BREAKINGNEWS.CO.ID -  PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III bersama PT Pertamina (Persero) akan  membentuk konsorsium untuk membangun pabrik biodiesel. Langkah tersebut dimaksudkan untuk menindaklanjuti rencana pemerintah menetapkan mandatory B20 yang akan berlaku awal September nanti.  "Kami akan bangun pabrik biodiesel di Dumai," kata?Direktur Utama PTPN III Dolly P Pulungan di Jambi, akhir pekan lalu.

Ia mengatakan PTPN akan mensuplai minyak sawit (crude palm oil/CPO) untuk diolah dengan teknologi yang dimiliki kedua BUMN itu dan kemudian Pertamina akan membeli produknya. "Jadi, pasarnya jelas, ini menjadi simbiosis mutualisme. Impor berkurang dan menghemat devisa," ungkapnya.

Dolly menambahkan, PTPN akan mempersiapkan 500 ribu hingga satu juta ton CPO untuk diproduksi menjadi biodiesel di pabrik tersebut. Saat ini, rencana tersebut masih dilakukan studi kelayakan dan kedua BUMN tersebut masih melakukan pembicaraan secara intensif. "Ini masih dikaji, sedang studi kelaikan," pungkas Dolly.

Sebelumnya, pemerintah  sudah membuat keputusan  untuk menggenjot pemakaian biodiesel guna  mengurangi impor bahan bakar minyak jenis solar, sehingga menghemat devisa negara. Per 1 September 2018, pemerintah akan mewajibkan pencampuran 20 persen minyak sawit ke dalam solar atau disebut biodiesel 20 persen (B20).

Dengan B20 itu berarti dalam setiap satu liter biodiesel terdiri atas 0,8 liter solar dan 0,2 liter minyak sawit, Pemerintah memperkirakan dapat menghemat devisa negara sebesar 2,3 miliar dolar AS hingga akhir 2018 melalui mandatori B20 itu.

Keputusan itu muncul melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2015 tentang Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit. Mengutip Perpres 66/2018, Jakarta, Selasa (21/8/2018), Presiden Jokowi telah menandatangi aturan baru ini pada 15 Agustus 2018 dan langsung diundangkan pula oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly. Dalam beleid baru ini terdapat penekanan perluasan pemanfaatan biodiesel untuk seluruh sektor dan tidak dibatasi seperti pada aturan sebelumnya yang ditujukan pada BBM tertentu.