BREAKINGNEWS.CO.ID - Tim Satuan Tugas Antimafia Bola bergerak cepat usai dibentuk untuk memberantas mafia bola dan pengaturan skor. Empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka yaitu Ketua Asprov PSSi Jawa Tengah, Johar Lin Eng, anggota Exco PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih, Priyanto mantan anggota Komite Wasit PSSI, dan Anik Yuni Artikasari yang merupakan putri Priyanto.

Sejumlah pihak pun telah dipanggil untuk memberikan keterangan di antaranya Sesmenpora, Gatot Dewa Broto, Sekjen PSSI, Ratu Tisha, dan beberapa pejabat PT LIB seperti Berlinton Siahaan, Tigor Shalomboboy, dan Risha Adi Wijaya.

Seiring dengan dipanggilnya pejabat PT LIB, muncul dugaan bahwa LIB terlibat dalam pengaturan skor. menanggapi hal itu, COO PT LIB, Tigorshalom Boboy membantah rumor tersebut. Tigor menegaskan Direktur Utama PT LIB, Berlinton Siahaan, dan Risha Adi Wijaya datang untuk pemberian keterangan dalam proses penyidikan, dan bukan untuk proses penyidikan.

"Banyak yang mengatakan PT LIB sudah masuk proses pemeriksaan. Pak Berlinton dan Pak Risha datang hanya diminta untuk membantu proses penyelidikan, di mana mereka dimintai keterangan," tegas Tigorshalom di tempat yang sama.

"Nanti dari proses penyelidikan baru naik ke proses penyidikan, dalam hal ini status terperiksa menjadi saksi atau tersangka. Jadi ini yang perlu kami jelaskan karena ada berita yang menganggap kami diduga terlibat pengaturan skor. Ini masih proses penyelidikan, bukan penyidikan. Kalau pun nanti naik ke penyidikan dan PT LIB dipanggil lagi, kami siap memenuhi panggilan. Kami dipanggil kemarin murni hak kepolisian, kami sebagai warga negara tentu memenuhi undangan, tidak dalam status apa pun," tutur Tigor.

Sementara itu, CEO PT LIB, Risha Adi Wijaya meluruskan pemanggilan dari Satgas Anti-Mafia Bola kepada operator kompetisi adalah untuk memberikan keterangan mengenai fungsi dan tugas dalam kompetisi sepak bola Indonesia dan tidak sampai ke ranah penyidikan terkait pertandingan yang diduga ada pengaturan skor seperti dalam laga PSS kontra Madura FC.

"Pokok-pokok yang kami sampaikan adalah seputar PT LIB, fungsi dan tugasnya, seperti anggaran dasar, lalu pemegang saham, direksi dan kemudian masuk ke ranah pengelolaan kompetisi, seperti siapa perangkat yang bertugas dalam sebuah pertandingan. Kami juga sudah menyampaikan dari mana pendanaan PT LIB, sponsor dari mana saja, termasuk pengelolaan anggaran. Kami berikan bukti yang otentik dan data yang valid," ujar Risha