BREAKINGNEWS.CO.ID - Sekretaris jendral PSSI, Ratu Tisha ogah mengomentari petinggi PSSI, Iwan Budianto yang dilaporkan atas kasus pemerasan. Ia dilaporkan oleh Mantan Manajer Perseba Super Bangkalan, Imron Abdul Fatah, kepada Satgas Antimafia Bola. Dalam laporannya, Imron mengaku diminta mengirimkan sejumlah uang oleh Iwan Budianto. Transaksi ini terjadi pada Piala Soeratin, November 2009 silam.

Waktu itu, Perseba Bangkalan terpilih sebagai tuan rumah. Namun, Iwan Budianto disebut mengancam menganulir hal tersebut jika Imron tak mengirimkan sejumlah uang. Waktu itu, Iwan Budianto disebut meminta uang senilai Rp 140 juta. Imron sudah mengirim sebagian pada Iwan Budianto

Iwan Budianto kemudian meminta agar Imron menghubungi H, yang juga petinggi PSSI. H pun menurut Imron menyarankannya untuk segera mengirim kekurangan uang kepada Iwan Budianto. "Itu saya tidak mau komentar. Saya justru tidak tahu. Terima kasih informasinya," kata Tisha kepada wartawan ketika ditemui di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Iwan Budianto sebelumnya sempat mengomentari pelaporan dirinya. Kepala Staf Ketua Umum PSSI ini mengaku tak bisa banyak menanggapi hal ini. Iwan Budianto menyebut bahwa kejadian yang dilaporkan sudah lama, hampir sepuluh tahun berselang. Karenanya, pria berusia 44 tahun ini menyebut susah untuk merekonstruksi detail kejadian seperti yang dituduhkan padanya tersebut."Kejadian yang disampaikan itu sudah terlalu lama. Pasti, bukanlah hal mudah bagi saya untuk mengingat," ujar Iwan Budianto saat dihubungi.

Selain itu, Iwan Budianto mengaku tak mau berkomentar lebih banyak soal laporan ini. Pria yang juga menjabat sebagai CEO Arema FC tersebut hanya meminta doa. "Mohon doa dan dukungannya," ucapnya.

Praktik kecurangan di sepak bola Indonesia saat ini memang tengah memasuki babak baru. Tak cuma wacana saja, sejumlah orang yang diduga terlibat aksi pengaturan skor, dan disebut sebagai mafia satu per satu telah digelandang Polisi. Terbaru, penangkapan dilakukan kepada wasit Nurul Safarid, yang memimpin pertandingan Persibara Banjarnegara melawan Persekabpas Pasuruan di Liga 3. Dia menerima uang senilai Rp 45 juta. Nurul menjadi tersangka kelima yang ditangkap polisi atas laporan manajer Persibara Banjarnegara, Nurul Indaryani. Sebelum itu, polisi sudah menangkap dan menahan tersangka Johar Lin Eng, Priyanto, Anik Yuni Artika Sari, dan Dwi Irianto alias Mbah Putih.