BREAKINGNEWS.CO.ID - Para pengurus PSSI mendapatkan ancaman teror selepas Komisi Disiplin PSSI mengeluarkan keputusan hukuman atas kasus meninggalnya suporter pada Selasa (2/10). Komdis PSSI mengeluarkan 14 butir hukuman yang muncul pasca laga Persib vs Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, (23/9). Dari jumlah hukuman itu, 10 di antaranya dilayangkan untuk Maung Bandung.

Yang terberat dari hukuman itu, Persib terusir tak boleh bermain di Pulau Jawa sampai sisa kompetisi musim ini dan setengah musim pada 2019. Pertandingan Persib juga dilarang dihadiri oleh penonton. Keputusan tersebut menjadi perbincangan banyak pihak, khususnya Persib. Adapula yang mengatakan jika hukuman tersebut sangat kejam. Bahkan, Manajer Persib, Umuh Muchtar mengatakan, hukuman itu bisa menghancurkan Persib.

Merujuk pada persoalan itu, kini para pengurus PSSI dihantui teror berupa ancaman dari orang tak dikenal melalui nomor pribadi. Teror berupa olok-olok bahkan ancaman lainnya. Gatot Widakdo Head of Media Relation and Digital Promotion PSSI mengakui bahwa beberapa pengurus PSSI mendapatkan teror. Kondisi itu sangat menganggu.

"Ya, pengurus PSSI menerima ribuan teror lewat alat komunikasi pribadi. Dari sekadar olok-olok, hingga ancaman pembunuhan atas hukuman yang dijatuhkan Komisi Disiplin tersebut. Tentu kami sangat menyayangkan teror itu dilakukan lewat nomor telepon pribadi hingga mengganggu proses kerja mengurusi sepakbola nasional," ujar Gatot kepada pewarta, Kamis (4/10/2018).

Gatot menambahkan, ia sangat menyayangkan hal itu bisa terjadi. Selain itu, ia tak habis pikir bagaimana nomor telepon pengurus PSSI bisa tersebar luas.

"Kami juga heran, bagaimana mungkin nomor telepon pribadi pengurus bisa disebarluaskan hanya untuk mengirimkan teror-teror yang berbau kebencian dan ancaman pembunuhan. Sebaiknya hal ini dihentikan dan mari berpikir positif. Kami pun belum berencana melaporkannya ke pihak Kepolisian, meski ini bisa kami perkarakan," katanya menambahkan.

Sebelumnya, Komdis PSSI menjatuhkan hukuman kepada Persib Bandung akibat meninggalnya suporter Persija Jakarta, Haringga Sirla. The Jakmania 23 tahun itu, meregang nyawa sesaat sebelum pertandingan Persib vs Persija. Akibat insiden ini, PSSI juga sempat menghentikan sementara Liga 1 2018. Baru pada Rabu (3/10), PSSI mencabut pemberhentian, dan kompetisi kembali akan bergulir pada Jumat (5/10).