BREAKINGNEWS.CO.ID- Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie setuju dengan usulan Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo yang menerapkan sistem e-voting dalam sistem pemilihan umum (Pemilu). Saat ini Indonesia masih menerapkan sistem pemilu konvensional. "Setuju," ujar Grace kepada BreakingNews.co.id melalui pesan whats appnya pada Senin (11/3/2019). 
 
Namun persetujuan tersebut kata Grace mempunyai kriteria tersendiri. Kata Grace, sistem e-voting bisa terealisasi apabila sistem Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) sudah berjalan bagus. "Kalau E-KTP sudah bagus," jawabnya singkat. 
 
Diberitakan, Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mengusulkan adanya pemilihan Umum dengan sistem e-voting. Menurut Bambang, cara seperti itu akan mempermudah pemilih dan meningkatkan partisipasinya.
 
Hal tersebut dikatakan Bambang menyikapi hasil survei SMRC yang menyebutkan undecided voters masih di angka 13 persen. 
 
"Makanya dari sekarang harus dipikirkan bagaimana lebih mempermudah pemilu atau pencoblosan misalnya dengan e-voting sehingga dari rumah bisa langsung memilih siapa yang mau dia pilih. Tidak harus antre ke tempat pemilihan suara," ujar Bambang kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (11/3/2019). 
 
Menurut Bambang, penggunaan e-voting tersebut telah diuji coba di Wilayah Jawa Timur. Saat itu kata Bambang berhasil. 
 
"Ini udah diuji coba dalam pilkades di beberapa desa di Surabaya, Jawa Timur dan berhasil. Kenapa tidak kita angkat di tingkat nasional?" katanya.
 
Namun Bambang akui memang sulit dilakukan. Tetapi harus berani mempraktikkan hal tersebut. "Memang sulit tapi harus berani dilakukan. Tapi saya yakin kalau semua orang bisa memilih sambil memasak di rumah atau mengasuh anak di rumah pasti partisipasi publiknya lebih dari 90 persen," harapnya. 
 
Hasil survei SMRC menunjukkan elektabilitas Joko Widodo-Ma'ruf Amin masih mengungguli pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf berada di angka 54,9 persen, sementara Prabowo-Sandi 32,1 persen. Undecided voters dalam survei SMRC masih berada di angka 13 persen.