BREAKINGNEWS.CO.ID – Nama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mendapatkan dukungan dari Partai Solidaritas Indonesia atau PSI untuk menjadi calon wakil presiden dari Joko Widodo (Jokowi) dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Ketua Umum PSI, Grace Natalie menyebut Mahfud merupakan tokoh yang memiliki pengalaman dalam memimpin, teruji secara jujur dan berkarakter kuat, dan merupakan salah satu tokoh agama yang bisa diterima semua kalangan. Apalagi, Mahfud juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada  era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, anggota DPR, dan pernah menjadi ketua Mahkamah Konstitusi.

"Pak Mahfud ini paket komplet, saya mengenal beliau sebagai orang yang tegas dan jujur," ujar Grace di kantor DPP PSI, Jakarta. Menurut Grace, PSI juga melakukan jajak pendapat atau polling online melalui website PSI. Hasilnya, Mahfud MD mendapatkan perolehan suara paling tinggi sebagai calon wakil presiden yang diinginkan masyarakat. Survei itu dilakukan pada 11 April-22 Mei 2018 lalu dengan melibatkan 71.106 peserta. "Peserta polling didominasi oleh kaum milenial," papar Grace, dilansir Breakingnews.co.id, Kamis (9/8/2018).

Metode poling yang digunakan, kata Grace, cukup sederhana. PSI menyediakan 12 nama hasil penjajakan PSI yang dianggap diinginkan masyarakat menjadi calon wakil presiden Jokowi. Akan tetapi masyarakat juga diberi kesempatan mengisi sendiri tokoh yang diinginkan di kolom pilihan lain. Dari poling sederhana itu, Grace menuturkan, Mahfud MD mendapatkan suara tertinggi dengan perolehan 32 persen. Urutan berikutnya adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan 14 persen dan Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan yang juga mendapatkan suara 14 persen.

Tidak hanya tiga nama itu, ada juga nama Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti dengan perolehan 10 persen, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dengan 6 persen, Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin dengan 4 persen, pengusaha Rudi Kirana dengan 3 persen, Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj dengan 3 persen, Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil dengan 3 persen, pengusaha kawakan Chairul Tanjung dengan 2 persen, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dengan 2 persen, dan pendiri Go-Jek Nadiem Makarim dengan perolehan dengan 1 persen.

Di luar nama tersebut, ada nama lain yang dianggap bisa menjadi calon wakil presiden Jokowi, seperti Muhaimin Iskandar, Gatot Nurmantyo, Basuki Tjahaja Purnama, Ridwan Kamil, Tito Karnavian, serta Surya Paloh. Muncul juga nama Rizieq Shihab, Prabowo Subianto, Tommy Soeharto dan tokoh-tokoh politik yang lain dengan total keseluruhan 6 persen.