JAKARTA - Setiap film yang akan tayang di bioskop tentu harus memiliki izin lulus sensor dari Lembaga Sensor Film atau LSF yang berkantor di Gedung Film, kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Bukan semata memotong adegan yang dianggap tidak layak atau berpotensi memberikan pengaruh negatif, melainkan juga menerapkan klasifikasi usia penonton.

Salah satunya film yang bakal tayang di layar bioskop tanah air berjudul LIMA pada 31 Mei 2018 mendatang. Film produksi Lola Amaria Production ini yang harus menerima putusan dari Lembaga Sensor Film untuk klasifikasi usia penonton. Cerita yang diangkat mengenai kelima sila Pancasila ini dianggap hanya bisa dicerna dan di mengerti untuk usia di atas 17 tahun saja.

Mengenai hal tersebut produser film Lola Amaria bersama dengan beberapa Anggota DPR seperti Charles Honoris, Dave Laksono, dan Arvin Hakim Thoha bertandang ke LSF. Mereka mempersoalkan terkait keputusan lembaga itu memberikan lulus sensor 17 tahun kepada Film LIMA.

Yang menjadi titik berat LSF sebenarnya hanya pada sila pertama yang membahas tentang Ketuhanan. Yang menurut LSF bisa memicu kontroversi di masyarakat nantinya setelah tayang. LSF memapresiasi tinggi film LIMA yang mengangkat tema progresif tentang Pancasila, namun pihaknya berharap kepada tim produser untuk bisa merevisi adegan yang menjabarkan sila pertama Pancasila tersebut.

Apresiasi juga sempat diungkapkan oleh anggota Komisi I DPR, Charles Honoris yang juga turut hadir di LSF Senin kemarin bersama produser film LIMA, Lola Amaria. Menurutnya film yang mengangkat nilai-nilai Pancasila harus terus digalakkan. Karena Pancasila juga sebagai bintang penuntun bagi bangsa Indonesia.

"Upaya-upaya pembumian nilai-nilai Pancasila, seperti yang dilakukan melalui Film Lima ini harus terus digalakkan. Ini agar kita bisa menjadikan Pancasila sebagai bintang penuntun bagi bangsa Indonesia," kata anggota Komisi I DPR, Charles Honoris, Senin (28/5/2018).

Charles mengatakan, Film Lima sejalan dengan program pemerintahan Jokowi yang sangat tegas memerangi tindakan intoleransi dan radikalisme.

"Oleh karena itu kita perlu film yang mengangkat tema Pancasila untuk kontra narasi radikalisme dan sebagainya," ujar politikus PDI Perjuangan ini.

Adapun Arvin Hakim Thoha mengatakan, Film Lima sangat bagus. Dia pun berpendapat Film Lima mestinya ditonton remaja berusia 13 tahun, karena dalam setiap adegan lebih banyak menampilkan pendidikan.