LOS ANGELES - Setahun sudah berlalu terjadinya tragedi pengeboman di Manchester Arena, yang bersamaan dengan konser amal bertajuk “One Love Manchester" pada Senin, 22 Mei 2018 silam. Kala itu, seorang teroris meledakkan perangkat buatan sendiri di Manchester Arena ketika para penggemar meninggalkan konser Ariana Grande.

Penyanyi Ariana Grande mengenang peristiwa untuk para korban insiden tersebut lewat sebuah tato bergambar lebah disertai bulan di dekat telinganya. Hal itu peringatan satu tahun peristiwa tersebut, Ariana sempat mengunggah pesan menyentuh melalui akun Twitter miliknya pada Selasa (22/5/2018) lalu. "Memikirkan kalian semua hari ini dan setiap hari," cuit Ariana.

 

 

A post shared by Ariana Grande (@arianagrande) on

 

Tak hanya melalui Twitter, rupanya Ariana juga memberikan tribut spesial untuk para korban insiden tersebut lewat sebuah tato. Melalui akun Instagram miliknya, musisi asal Florida ini mengunggah foto yang memperlihatkan sebuah tato berbentuk lebah tepat di belakang telinganya. "Selamanya," tulis Ariana dalam keterangan unggahan tersebut. Hal ini menandakan bahwa pelantun "No Tears Left To Cry" itu akan selalu mengingat para korban seumur hidupnya.

Ariana sendiri membuat tato berbentuk lebah tersebut bukan tanpa alasan. Ternyata, lebah memang menjadi simbol dari kota Manchester sejak ratusan tahun silam. Hal ini dikarenakan lebah melambangkan kerja keras para masyarakat Manchester.

Di sisi lain, ini bukanlah tato pertama yang dibuat oleh Ariana sebagai tribut untuk para korban Manchester Arena. Setelah menggelar konser amal untuk membantu korban dan keluarga tragedi bom pada Juni 2017 lalu, Ariana beserta krunya diketahui membuat tato lebah secara serempak.

“Memikirkan Anda semua hari ini dan setiap hari,” tulisnya dalam bahasa Inggris lengkap dengan tambahan emoji lebah. “Aku mencintai kalian dan mengirimkan semua cahaya dan kehangatan yang aku tawarkan pada hari yang menantang ini.”

Ribuan orang berkumpul di Manchester pada hari Selasa lalu untuk mengingat para korban, termasuk lebih dari 800 korban luka-luka. Pangeran William dan Perdana Menteri Theresa May turut bergabung dengan keluarga korban di sebuah tempat peringatan di Katedral Manchester.