BREAKINGNEWS.CO.ID - Bencana alam yang mengguncang Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, NTB, Minggu (29/7/2018) menyisakan duka mendalam bagi seluruh masyarakat Indonesia. Guncangan gempa berkekuatan 6,4 skala richter dirasakan hingga ke kawasan Bali dan sekitarnya membuat ribuan rumah hingga tempat ibadah mengalami rusak parah akibat gempa dan menewaskan lebih dari 100 korban jiwa.

Atas musibah tersebut banyak menyita perhatian masyarakat. Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengunjungi korban gempa bumi di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (5/9/2018). Kunjungan ini diawali di Desa Pulau Bungin Kecamatan Alas, Sumbawa. Kemudian di akhiri di Kecamatan Taliwang, Sumbawa Barat.

Fahri yang didampingi Bupati KSB H. W. Musyafirin, Wakil Bupati Fud Syaifuddin, Kapolres, Dandim, DPRD NTB, Nurdin Ranggabarani, dan seluruh jajaran lingkup Pemda Sumbawa Barat menyerahkan bantuan logistik berupa sembako dan bantuan untuk sekolah darurat di sejumlah titik gempa Sumbawa.

“Temuan secara umum di lapangan adalah pemerintah belum menurunkan dana apapun yang terkait dengan rekonstruksi dan rehabilitasi pascagempa NTB,” kata Fahri Hamzah usai tatap muka dengan warga di lapangan Meraran, Seteluk yang jadi lokasi pengungsian.

Fahri Hamzah didampingi anggota DPRD Nusa Tenggara Barat Nurdin Ranggabarani. Kedua tokoh legislator asal Sumbawa -NTB ini menyambangi Pulau Bungin yang lokasinya tak jauh dari episentrum gempa 19 Agustus lalu.

Siang itu, di Bungin dan Taliwang Fahri Hamzah menyerahkan secara simbolis bantuan kepada Wakil Bupati dan Kwarcab Pramuka Sumbawa Barat.

Selain itu, juga melakukan inpseksi dan memberikan pengarahan di Posko Bencana di Alas dan Taliwang. Di sekolah darurat Alas, Fahri Hamzah menyemangati para siswa SD Negeri, dialog dengan warga di Lamunga kemudian menyertai warga sholat Maghrib hingga Isya di Meraran, Seteluk.

"Infrastruktur pendidikan dan kesehatan, rumah ibadah dan lainnya belum tersentuh bantuan dan terjadi silang kepentingan dalam penanganan.

Pemerintah daerah telah siap dengan verifikasi dan implementasi. Namun uang untuk bantuan itu cuma dibicarakan pemerintah pusat tapi belum ada wujudnya. "Temuan-temuan itu didapat ketika berdialog dengan aparat Kabupaten Sumbawa Barat dan masukan dari warga," tegas Fahri Hamzah.

Sementara itu, di Sumbawa, perhatian publik dan pemerintah pusat tidak maksimal karena fokus bantuan ada di Pulau Lombok, yang memang lebih awal diguncang gempa.

"Padahal di Sumbawa kerusakan tak kalah parah hanya dalam satu guncangan 6,9 SR yakni pada 19 Agustus. Sementara di Pulau Bungin 24 rumah terbakar dan sebagian lainnya ambruk akibat gempa," urai wakil ketua DPR bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat itu.

Sedangkan di wilayah Alas beberapa sekolah Ambruk. Di Kabupaten Sumbawa Besar, di Lamunga dan Meraran Kecamatan Seteluk puluhan rumah roboh dan hingga hari ini warga masih tinggal di lapangan dibawah tenda-tenda seadanya.

Fahri Hamzah mengingatkan agar pemerintah terutama pusat sesegar mungkin merealisasikan janji-janjinya kepada masyarakat korban Gempa di NTB umumnya dan Sumbawa khususnya.