BREAKINGNEWS.CO.ID - Pemuda yang merusak motornya saat di berhentikan dan ditilang oleh polisi,hingga viral di media sosial akhirnya ditangkap oleh aparat Polres Tangerang Selatan, Jumat (8/2/2019). Pasalnya, motor yang di kendarai Adi Saputra (21) yang dibekuk di kawasan Serpong Tangerang Selatan itu, ternyata hasil penipuan dan penggelapan

Kapolres Tangerang Selatan,AKBP Ferdy Irawan mengatakan Adi adalah seorang penadah dari pelaku penipuan, motor yang dirusaknya ternyata dibeli pelaku dengan harga Rp.3 juta dari penawaran yang ada di media sosial.

“Ternyata dia (Adi) penadah motor hasil curian makanya surat suratnya tidak lengkap, dia beli motornya dari media sosial, yang hanya ada STNKnya saja” ujar Ferdy dikonfirmasi Jumat (8/2/2019).

Pemeriksaan polisi, Ferdy mengatakan motor yang dirusak Adi, di dapat dari seorang pelaku yang masih dilakukan pengejaran dengan inisial D.

“Pelaku D yang masih kita cari ini, diketahui menjual sepeda motor milik orang lain yang sedang digadai kepadanya” ujarnya.

Adi Saputra di ketahui membeli motor tersebut pada Desember 2018, selain itu Adi juga tidak mikik SIM saat mengemudi, saat ditilang, diketahui Plat Nomor motor tersebut juga palsu.

Dari sini Adi dikenakan pasal berlapis dengan ancaman hukuman penjara selama 6 tahun.

Adi Menangis

Setelah ditangkap, Adi Saputra (21) menangis dihadapan awak media dan polisi, Adi juga meminta maaf kepada masyarakat Indonesia dan pihak kepolisian atas perbuatan tidak terpujinya yang viral.

Aksi Adi Saputra sebelumnya viral lewat video merusak motornya sendiri karena ditilang polisi.

"Saya Adi Saputra memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya kepada pihak kepolisian atas perbuatan saya yang tidak terpuji," ujar Adi Saputra sambil menangis di Mapolres Tangsel, Jumat (8/2/2019).

Dalam kesempatan itu juga dengan pengeras suara, Adi Saputra juga mengaku khilaf serta emosi sesat dan berjanji tidak akan mengulanginya.

"Saya khilaf, saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Saya menghatur terima kasih kepada pihak kepolisan yang telah menegur saya, agar saya lebih baik dalam berkendara dan mematuhi lalu lintas. Sekali lagi saya memohon maaf kepada masyarakat Indonesia, khususnya pihak kepolisian, mohon permohonan saya diterima," ujarnya.