BREAKINGNEWS.CO.ID - Ganda Campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti tak dapat melewati rintangan pertama di ajang Malaysia Terbuka 2018 HSBC BWF World Tour Super 750. Keduanya dikalahkan ganda campuran asal Inggris, Chris Adcock/Gabrielle Adcock, lewat pertandingan tiga game dengan skor akhir 21-14, 17-21, 18-21. Selain itu tunggal putri, Dinar Dyah Ayustine juga mengalami nasip serupa. 

Permainan di game pertama sepenuhnya dikuasai oleh Praveen/Melati, dan di game kedua pun mereka sebetulnya berpeluang untuk menang dua game. Namun kesalahan demi kesalahan yang terus dilakukan Praveen/Melati membuat mereka harus angkat koper dari Malaysia secara premature.

Menanggapi kekalahan mereka ini, Preveen/Melati mengaku minimnya pertandingan yang diikuti mereka membuat mereka sulit untuk melakukan komunikasi yang baik di lapangan. Hal tersebut yang membuat mereka kerap salah pengertian dalam pengembalian bola dari serangan lawan.

"Kami sudah lama tidak bertanding, sekitar dua bulan. Jadi seperti belum dapet lagi feel nya. Tadi sering agak kurang yakin," kata Praveen setelah pertandingan. “Kalau soal teknik sih kami rasa cukup imbang, tapi kami masih sering buat kesalahan di poin-poin akhir. Finishing nya kurang baik, banyak mati sendiri," Melati menambahkan.

"Di lapangan, kami harus lebih yakin lagi, jangan terlalu banyak ragu-ragu," ujar Melati ketika ditanya soal evaluasi penampilannya dan Praveen.

Sementara itu, Ronald Alexander/Annisa Saufika melaju ke babak kedua dengan menaklukkan Ronan Labar/Audrey Fontaine (Perancis), 21-7, 18-21, 21-11. Ronald/Annisa menyusul langkah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang sudah lebih dulu lolos.

Kekalahan Dinar

Sementara tunggal putri yang di wakili oleh Dinar Dyah Ayustine juga bernasip sama dengan seperti Preveen/Melatih. Di mana ia juga harus dipaksa angkat koper setelah dipecundangi tunggal putri asal Jepang, amaguchi dalam laga tiga game dengan skor 21-17, 12-21, 13-21.

"Pukulan-pukulan Akane kadang tak bisa diduga, saya kurang antisipasi dan banyak mati langkah. Dia sering mengubah tempo permainan, kadang sedang reli, tiba-tiba serangannya sulit untuk dijangkau," komentar Dinar soal pertandingan.

"Akane juga pemain yang ulet, sepertinya dia tidak bisa mengembalikan pukulan tetapi bisa dikembalikan sama dia dan pengembaliannya itu menyulitkan," ujar Dinar. "Ini adalah pertemuan pertama saya dengan Akane, dan sebetulnya saya sudah bisa mengimbangi di awal-awal, tetapi serangan-serangannya itu yang berbahaya dan sulit diantisipasi," tambahnya.

Saat berita ini diturunkan, pasangan Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja tengah berhadapan dengan Mathias Christiansen/Christinna Pedersen (Denmark).