BREAKINGNEWS.CO.ID - Presiden Joko Widodo hadir dalam kegiatan Apresiasi Kebangsaan Siswa Indonesia (AKSI) di Grand Mulya Resort and Convention Hotel, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Rabu (10/10/2018) pagi. Silaturahmi itu dihadiri oleh 540 siswa dan 68 guru pendamping dari 34 provinsi.

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan berbeda pilihan adalah hal biasa, termasuk perbedaan dalam pilihan bupati, gubernur hingga presiden. Berbeda pilihan biasa dalam demokrasi. Oleh karenanya, ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan. Sebab, kata dia, Indonesia merupakan negara yang besar. Lalu Jokowi mencontohkan momen ketika Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games pada Agustus 2018. Yang mana ketika itu, seluruh masyarakat Indonesia bersatu untuk mendukung seluruh atlet Indonesia.

"Negara kita adalah negara besar. Kita memiliki 263 juta jumlah penduduk penduduk di 17 ribu pulau. Masak setiap 5 tahun ada pemilihan bupati, gubernur dan presiden kita mau berantem terus? Ingat saat Asian Games lalu, saat kita bersatu, kita memperoleh 31 medali emas. Karena apa? Bersatu. Tidak mikir badminton agama apa suku apa, hanya untuk merah putih. Untuk berkumandangnya Indonesia Raya," kata Jokowi.

Jokowi menceritakan, ia pernah menghabiskan melakukan perjalanan dari Aceh hingga Wamena dan membutuhkan waktu 9 jam 15 menit waktu perjalan. "Itu sama dengan perjalanan dari London hingga Turki. Kita bangsa yang sangat besar anak-anakku sekalian," jelas Presiden Jokowi.

Bedanya, lanjut Presiden, kita dianugrahi Tuhan dengan banyak perbedaan. Beda agama, suku dan bahasa daerah, Jokowi lalu menerangkan, bahwa Indonesia memiliki 714 suku, Singapura hanya 4 dan Afganistan hanya 7. Kalau kita tidak memahami hal itu, bahaya perpecahan akan mengancam. "Afganistan hanya ada 7 suku namun perang 40 saudara tahun tidak selesai," ujar Presiden. "Masa depan adalah milik anak-anak semua. Jangan sampai tidak menyadari mengenai perbedaan ini. Inilah negara kita Indonesia. Jangan sampai kita terpecah belah baik oleh kepentingan luar atau maupun politik di dalam," pesan Presiden Jokowi.