BREAKINGNEWS.CO.ID - Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean angkat bicara soal calon preside nomor urut dua, Prabowo Subianto yang tidak hafal Pancasila. Menurutnya, kita sebagai bangsa Indonesia sangat gemar meributkan hal-hal yang kecil.

"Kita ini menjadi bangsa yang suka meributkan hal hal yang tidak substantif. Kita menjadi bangsa yang gemar meributkan kesalahan kecil seperty typo alias salah ketik dan juga meributkan sesuatu ucapan yang sesungguhnya tidak merubah substansi," kata Ferdinand kepada wartawan, Sabtu (10/11/2018).

Ia berpendapat jika 'kemasyarakatan' dan masyarakat yang membuat Prabowo menjadi salah ucap tidak perlu diributkan. Adapun yang perlu diperhatikan saat ini yakni semangat dan jiwa Pancasila Prabowo itu sendiri.

"Yang perlu diperhatikan adalah semangat dan jiwa Pancasilanya, bukan hafalan Pancasilanya. Apalagi orang tua, sudah pasti tidak akan begitu lancar menghafalkan pancasila. Coba pak Ma'ruf (cawapres nomor urut satu) ucapkan Pancasila, saya kok menduga beliau juga tak fasih," ujarnya.

"Maka dari itu yang terpenting adalah amalan Pancasilanya, bukan hafalannya. Untuk apa hafal urutan Pancasila tapi kebijakannya tidak Pancasilais? Ini yang bahaya, bukan yang salah ucap tentang kalimat apalagi kesalahannya minor. Coba bandingkan dengan Jokowi, hafal tidak Pancasila? Kebijakannya Pancasilais tidak?" imbuh Ferdinand.

Seperti diberitakan sebelumnya, beredar video capres Prabowo Subianto sempat salah menyebut sila ke-4 Pancasila. Video itu disebut tim Prabowo sebagai serangan politik secara personal.

Juru bicara (Jubir) Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengatakan jika hal ini merupakan bentuk isu-isu yang digoreng.

"Sama kaya semalam saya ditelepon soal videonya Pak Prabowo dan Bang Sandi yang melangkahi makam. Jadi gini,sekarang terlihat permainan itu menyerang isu personal, bukan lagi adu gagasan yang terjadi, jadi nggak substansi lagi," kata Andre, Sabtu (10/11/2018).

Andre menegaskan Pancasila bukan sebatas menghafal, tapi juga bagaimana mengimplementasikan Pancasila ke dalam kehidupan bernegara. Andre lantas menyindir Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dianggap tidak mengamalkan Pancasila ke dalam pemerintahannya.

"Pertama, bicara Pancasila, bicara Pancasila kita kan nggak hanya sebatas menghafal, kalau menghafal itu Pak Prabowo pasti hafal. Tapi kan masalah bangsa kita nggak hanya menghafal, tapi bagaimana mengimplementasikan banyak orang ngaku 'saya Pancasila, saya Pancasila', kelakuannya jadi pejabat dia Pancasila nggak?" ujarnya.

"Misalnya persatuan Indonesia, kita tahu sejak Pak Jokowi pakai baju kotak-kotak inilah Indonesia mulai terkotak-kotakkan, lalu kita tanya soal kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dan kebijaksanaan. Bagaimana demokrasi Pak Jokowi? Semakin mundur akhir ini, dan keadilan sosial, apa yang dirasakan masyarakat sekarang? Petani lagi panen, beras Anda impor, kemarin panen gula, Anda impor," lanjutnya.

"Kalau soal Pancasila mah mohon maaf, jauh lebih Pancasila Prabowo daripada Jokowi. Prabowo sudah pertahankan Pancasila dan UUD dengan darah dan air mata di saat Pak Jokowi lagi di mana? Nggak tahu," sambungnya.