BREAKINGNEWS.CO.ID - Pahlawan, kata-kata itu mengingatkan kita kembali kepada masa penjajahan jauh sebelum Indonesia merdeka. Pahlawan itu merupakan orang-orang yang berjasa dalam sejarah perjuangan mereka dalam melawan penjajah di berbagai daerah di Tanah Air. Perlawanan itu terus terjadi hingga Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945.

Dalam perlawanan yang dilakukan oleh para pahlawan tersebut tidaklah mudah. Setelah mereka ditangkap secara hidup-hidup, kemudian mereka diasingkan ke daerah yang jauh dari kampung halamannya. Perjuangan mereka dalam melawan penjajah tersebut terus berlangsung meski berada di daerah lain dan dibalik jeruji pengasingannya tersebut hingga para pahlawan tersebut menghembuskan nafas terakhirnya. Banyak diantara para pahlawan tersebut yang meninggal di kawasan pengasingan.

Terkait dengan hal tersebut, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pun memiliki keinginan untuk memindahkan kembali makam para pahlawan tersebut untuk dipindahkan ke kampung halamannya. Prabowo pun menyebut jika banyak pahlawan yang ditangkap kemudian diasingkan oleh penjajah dan saat meninggal, pahlawan tersebut dimakamkan langsung di daerah pengasingan tersebut. Untuk itu, dirinya pun berkeinginan untuk memindahkan makam tersebut ke kampung halaman dimana pahlawan itu berasal. "Mereka (para pahlawan) berhak untuk berada di tengah rakyatnya sendiri. Jadi kita harus berani membawa mereka kembali (ke kampung halamannya masing-masing)," ujarnya, Sabtu (30/6/2018).

Adapun makam pahlawan yang ingin dipindahkannya itu yakni Pangeran Diponegoro. Makam Pangeran Diponegoro sendiri saat ini ada di Makassar, Sulawesi Selatan. Alasan Prabowo ingin memindahkan makam Pangeran Diponegoro ke Yogyakarta adalah lokasinya yang berada di tengah pasar. Selain itu, mantan Danjen Kopassus tersebut juga ingin memindahkan makam Tuanku Imam Bonjol yang berasal dari Bonjol, Pasaman, Sumatera Barat. Adapun makam Imam Bonjol tersebut saat ini berada di Minahasa, Sulawesi Utara.

Dirinya pun meyakini jika hal yang akan dilakukannya itu merupakan salah satu cara untuk menghargai jasa para pahlawan dan memindahkan makam tersebut ke tengah-tengah masyarakat dengan tujuan agar masyarakat juga dapat mengenang dan mengetahui betapa beratnya para pahlawan tersebut dalam memperjuangkan bangsanya dari jajahan bangsa asing. "Meski terlambat, tapi memang harus kita pindahkan. Ini juga cara kita menghomati jasa para pahlwan, dan memindahkannya di tengah rakyatnya," ujarnya.