JAKARTA - Terkait pembahasan revisi Undang-Undang Anti-terorisme yang molor lebih dari satu tahun, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyuarakan dan menegaskan jika akan menyelesaikan RUU tersebut dalam waktu singkat. Untuk itu, Ketua Umum PPP Romahurmuziy menginstruksikan kepada kadernya di DPR untuk segera menuntaskan hal tersebut.

"Saya instruksikan Fraksi PPP selesaikan RUU Antiterorisme sebelum lebaran ini. Tanpa keharusan menerbitkan Perppu lagi, Bapak Presiden, kami menyanggupi menyelesaikan RUU sebelum Idul Fitri 1439 H," ujar Rommy sapaan akrbanya, Selasa (15/5/2018).

Selain itu, dirinya juga berharap jika rentetan teror yang berawal di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat hingga aksi teror yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur agar tidak terulang lagi di masa yang akan datang. Aksi tersebut juga mendapatkan kecaman keras dari partai berlambang ka'bah tersebut. "Kita berharap peristiwa ini menjadi yang terakhir sebagai sejarah kelam yang tak pernah terulang lagi. Kepada mereka yang sudah wafat, khususnya yang beragama Islam, khususnya yang di Mako Brimob, mari bacakan Al Fatihah agar amal mereka diterima," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menko Polhukam Wiranto mengatakan jika terdapat dua pasal krusial dalam revisi UU tersebut. Adapun pasal tersebut termasuk soal definisi terorisme dan perlibatan TNI. Namun, dirinya menilai jika pemerintah dan DPR telah menyepakati hal tersebut. "Ada dua yang krusial yang belum selesai. Pertama, definisi, sudah selesai. Kita anggap selesai ada kesepakatan. Kedua, pelibatan TNI bagaimana. Sudah selesai juga. Dengan demikian, maka tidak perlu ada lagi yang perlu kita perdebatkan," katanya, Senin (14/5/2018).