BREAKINGNEWS.CO.ID-Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI, Oegroseno, semakin bersemangat dalam melaksanakan amanah mengembalikan dan bahkan meningkatkan prestasi cabang olahraga ini sesuai dengan harapan dari pencinta tenis meja nasional. Apalagi Oegroseno dan PP PTMSI yang dipimpinnya beberapa waktu lalu memperoleh sertifikat dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Sertifikat keanggotaan KOI yang ditandatangani oleh Ketua Umum KOI Erick Thohir itu sekaligus menjadi legalitas atau pengakuan KOI atas PP PTMSI yang diketuainya sejak 2013.

"Ini menjadi bukti bahwa kepengurusan PP PTMSI tetap diakui sebagai anggota KOI, menjadi stimulan dalam berbagai upaya yang kita lakukan untuk meningkatkan kembali prestasi tenis meja Indonesia, khususnya dalam keikutsertaannya di pentas regional dan internasional," papar Oegroseno, Senin (2/7/2018). Kepengurusan PP PTMSI Oegroseno saat ini sedang mempersiapkan Tim Nasional Tenis Meja Asian Games XVIII/2018. Belasan pemain putra dan putri yang disertai beberapa pelatih sejak April lalu menjalani pelatihan di Cina. Mereka juga mengikuti try-out dengan terjun di berbagai turnamen global, termasuk IITF Tour di Halmstaad, Swedia, Mei lalu, dan kejuaraan di Cina, Mei.

Oegroseno juga menerjunkan tim untuk Kejuaraan Tenis Meja Yunior dan Kadet Asia Tenggara (SEATTA) ke-24 yang digelar 3-9 Juli mendatang di Filipina. Pada event ini PP PTMSI memberangkatkan 14 pemain putra-putrinya, yang terjaring dari seleksi di Kudus, Juni lalu. Mereka terdiri dari empat pemain yunior putra, empat yunior putri serta masing-masing tiga kade putra dan putri.

Empat pemain yunior putra adalah Irfan Sumarta (DKI Jaya), I Made Galung (Bali), Faisal Rendi (Jateng), Rizky Cahaya (Jabar), empat yunior putri Astrid (Sulut), Putri Deni (Jateng), Alista (Banten), Nenny Virginia (Jateng). Di kelompok kadet, tiga  pemain putra Hafid (Jateng), Tomi Sapto (Sumbar), Rafanael (DKI Jaya), sementara tiga kadet putri Siti Aminah (Jatim), Dwi Octaviani (Jatim), dan Ana Donggio (Gorontalo). Ofisial yang mendampingi, Sugeng Utomo Soewindo (manajer), dengan tiga pelatih yakni Freddy, Henny dan Anang.

 

Ternyata, disamping PP PTMSI menggelar seleksi dan mengirimkan atletnya, di pihak lain, PB PTMSI versi Dato Sri Tahir juga menggelar seleksi dan mengirimkan pemain ke kejuaraan SEATTA yang sama. Padahal, dalam dualisme yang mendera organisasi tenis meja Indonesia, sudah ada keputusan dari Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (Baori) yang mengisyaratkan bahwa organisasi tenis meja nasional yang sah adalah PP PTMSI. Dan, sesuai dengan keputusan Baori, PB PTMSI pimpinan Dato Sri Tahir harus membubarkan diri.

Ironisnya, dalam pengiriman pemain ke SEATTA ini, PB PTMSI pimpinan Tahir meminta bantuan dari KONI Pusat. Pendaftaran keikutsertaan tim dari PB PTMSI ini juga dilakukan oleh pimpinan KONI Pusat, yang dalam hal ini melalui Sekjen KONI Pusat.

Pengiriman tim dari PB PTMSI yang didaftarkan oleh KONI Pusat ini dikritisi oleh Oegroseno. Mantan  Wakapolri ini mengaku tak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh pimpinan KONI Pusat. Dia juga merisaukan tim yang didaftarkan tersebut, mengingat yang diakui oleh SEATTA adalah tim yang dikirim oleh PP PTMSI.

"Saya tidak tahu nanti di sana mereka (pemain yang dikirim PB PTMSI) mau main dimana? Di rumah, atau dimana?. Di sana SEATTA tahunya tim Indonesia hanya dari PP PTMSI, bukan PB PTMSI. Ini kasihan atletnya," terang Oegroseno.