BREAKINGNEWS.CO.ID - PP Pordasi akan segera menggelar musyawarah nasional untuk memilih ketua umum baru pada Januari 2020. Pengurus pusat Olahraga berkuda ini juga sudah membentuk tim penjaringan dan penyaringan calon ketua umum yang akan bertarung di pemilihan nanti.

Pembentukan tim tersebut sudah dilakukan pada Rakernas PP Pordasi yang digelar bulan Juli lalu. Tim penjaringan ini diisi oleh sembilan orang, dua dari pengurus pusat dan tujuh orang dari pengda-pengda yang ada. Tim itu sendiri diketuai oleh Alex Asmasoebrata.

Tim penjaringan bahkan sudah membuat beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh para calon-calon ketua umum. Mulai dari pengalaman mengurus Pordasi di tingkat nasional hingga internasional, tidak tercela atau tidak pernah dintayakan bersalah dalam perkara pidana hingga harus menandatangani pakta integritas.

Bagi pengurus Pordasi baik di pusat atau pun daerah, sebenarnya persyaratan ini sangat normatif dan banyak calon yang berpotensi lolos penjaringan dan menggantikan ketua umum saat ini, Eddy Shaddak.

Apalagi hanya dibutuhkan pengalaman mengurus Olahraga ini selama lima tahun dan mendapatkan dukungan dari lima pengurus daerah Pordasi.

Hanya saja persyaratan yang mudah itu belum membuat beberapa tokoh berkuda nasional muncul untuk mendaftarkan diri atau melakukan sosialisasi programnya.

“Sampai saat ini belum ada yang secara resmi mendaftar kepada kami,” kata Alex. Jika tak ada yang mendaftar maka sesuai AD/ART KONI, ketua PP Pordasi lama akan dipilih kembali untuk menduduki jabatan tersebut. Hanya saja dalam AD/ART Pordasi juga disebutkan jika seorang ketua umum tidak boleh menjabat lebih dari dua kali baik berturut-turut atau tidak.

Kini tim penjaringan dan penyaringan yang dipimpin oleh Alex, berharap ada figur kuat yang segera mendaftar agar ke depan Pordasi tidak kebingungan menentukan kepengurusan.