BREAKINGNEWS.CO.ID -  Bayangan bakal meningkatnya potensi  resesi ekonomi di Amerika Serikat menjadi pemicu utama pelemahan rupiah terhadap  dolar AS serta mata uang utama dunia. Pada penutupan perdagangan Kamis (15/8/2019), rupiah melemah 29 poin atau 0,2 persen menjadi Rp14.274 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.245 per dolar AS.

"Risk appetite" investor sedang sangat rendah, aset-aset berisiko di negara berkembang akan kesulitan menjaring peminat. Penyebabnya adalah persepsi risiko resesi yang semakin tebal," kata Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi  seperti dikutip dari laman Antaranews.com.

Sinyal ke arah resesi terlihat dari inversi imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor dua dan sepuluh tahun, alias yang jangka pendek lebih tinggi ketimbang jangka panjang.

Yield obligasi pemerintah AS tenor dua tahun adalah 1,98 persen sementara yang 10 tahun berada di 1,58 perse . Hal seperti ini kali terakhir terjadi pada Juni 2007, beberapa bulan sebelum meletusnya krisis keuangan global.

Inversi menunjukkan bahwa risiko dalam jangka pendek lebih tinggi ketimbang jangka panjang. Oleh karena itu, inversi kerap dikaitkan dengan pertanda resesi, sehingga investor meminta jaminan lebih untuk instrumen jangka pendek karena merasa ada risiko besar di depan mata. "Jadi, jangan berharap banyak pasar keuangan Indonesia bakal kedatangan arus modal yang deras hari ini. Akibatnya, sangat sulit bagi rupiah untuk kembali menguat," ujar Ibrahim.

 

Dari domestik, neraca perdagangan pada Juli 2019 mengalami defisit 63,5 juta dolar AS. Realisasi tersebut lebih rendah dibanding bulan lalu yang mengalami surplus 196 juta dolar AS.

Menurut Ibrahim, defisit neraca perdagangan Juli akan menjadi beban dalam mengarungi perekonomian kuartal III-2019. "Kalau sepanjang kuartal III neraca perdagangan terus-terusan tekor, maka defisit transaksi berjalan bakal semakin dalam dan menyulitkan Bank Indonesia untuk melakukan penurunan suku bunga," ujar Ibrahim.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah Rp14.271 dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.265 per dolar AS hingga Rp14.305 per dolar AS.