BREAKINGNEWS.CO.ID – Meningkatnya volume ekspor minyak kelapa sawit Indonesia yang berlangsung sejak Juli, diperkirakan masih akan terjadi untuk beberapa waktu ke depan. Trend positif tersebut terjadi karena kondisi pasar global yang juga bergerak ke arah yang lebih baik.

"Kondisi pasar CPO global diperkirakan terus membaik. Namun, meningkatnya ekspor belum mampu mengurangi stok dalam negeri secara signifikan, sebab produksi domestik masih tetap tinggi setidaknya hingga Oktober," kata analis Produksi Kelapa Sawit Cofco International, Roby Fauzan di Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Meski  demikianm kelebihan stok dalam negeri yang terjadi saat ini masih akan terus berlangsung, walaupun pemerintah secara resmi telah  memperluas mandatori penggunaan biodiesel (B20) kepada sektor non public service obligation (PSO).  "Tren harga CPO global masih belum akan mengalami kenaikan signifikan, kecuali permintaan minyak kelapa sawit di dunia melonjak sehingga mampu mengurangi kelebihan stok di Indonesia dan Malaysia," ungkapnya.

Menurit Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI), data produksi kelapa sawit pada Juli 2018 mencapai level tertingginya sejak 2015 dengan mencapai 4,28 juta ton.

Sementara pada periode selama bulan Juli, ekspor minyak sawit Indonesia ke Cina menunjukkan kenaikan sebesar 6%, atau sejumlah 350.120 ton dari Juni yang mencapai 330.430. Hal itu salah satunya terjadi lantaran Beijing mulai mempromosikan penggunaan biofuel dalam rangka mengurangi emisi.

Secara rentang tahunan atau year on year, capaian kinerja ekspor minyak sawit Indonesia dan industri hilirnya hanya mampu naik 2% sampai pada Juli 2018 ini dibandingkan periode tahun lalu. Volume ekspor Januari hingga Juli 2017 mencapai 18,15 juta ton, pada periode yang sama tahun ini naik menjadi 18,52 juta ton.

Di sisi produksi, sepanjang bulan Juli 2018 produksi diprediksi mencapai 4,28 juta ton. Ini juga merupakan rekor tertinggi produksi CPO and PKO sejak 2015.

Cuaca yang mendukung dan pengaruh El Nino dari dua tahun lalu sudah tidak ada serta meningkatnya luas tanaman menghasilkan mendorong meningkatnya produksi tandan buah sawit (TBS).

Sementara itu, terkait dengan harga, sepanjang Juli 2018 harga CPO bergerak di kisaran US$567,50 hingga US$610 per metrik ton, dengan harga rata-rata US$587,4 per metrik ton.