BREAKINGNEWS.CO.ID  - Warga negara Korea Selatan berinisial DS (sebelumnya ditulis SD) merupakan petinggi di PT Arum Investment Indonesia, salah satu induk perusahaan Snowbay Waterpark di Taman Mini Indonesia Indah. DS resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penyalahgunaan narkotika. Bagaimana status hukum selanjutnya, DS kabarnya akan dirujuk ke Badan Narkotika Nasional Kota Jakarta Selatan. 

"Yang bersangkutan telah ditetakan sebagai tersangka," ucap Kasubdit Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Calvijn Simanjuntak di Polda Metro Jaya, Selasa (10/7/2018).

DS diassesment ke Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Selatan karena hanya terbukti diduga mengkonsumsi narkoba berdasarkan tes urinenya yang positif narkoba, tetapi belum ditemukan narkoba saat dia diciduk. "Sekarang kita lakukan. Hari ini saya serahkan ke BNNK. Nanti pas assesmentnya," kata Calvijn.

Perwira lulusan Akpol 1999 ini mengatakan sejauh pemeriksaan ini DS kooperatif. Dalam proses hukum yang menjerat seseorang tersangka dalam kasus narkoba ketika assesment dilakukan yang bersangkutan berarti harus menjalani proses reabilitasi. Proses rehabilitasi ini menempatkan seseorang yang tertangkap kasus narkoba akan menjalani perawatan di panti rehab narkoba yang ditentukan oleh BNNK. "Kalau tersangka ya tersangka tapi kita lakukan assessment nanti hasilnya (kemungkinan) rehab," kata Calvijn.

Sebelumnya diberitakan, seorang Warga Negara Korea Selatan berinisial SD diciduk jajaran aparat Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Senin 9 Juli 2018 kemarin.

Dia diciduk di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Selatan lantaran diduga terlibat kasus penyalahgunaan narkotika. DS merupakan bos Snowbay Waterpark di Taman Mini Indonesia Indah.

Penangkapan terhadap bos Snowbay di Taman Mini Indonesia ini dibenarkan oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Suwondo Nainggolan. Suwondo menyatakan kasusnya sedang ditangani Subdit I dipimpin AKBP Calvijn Simanjuntak. "Langsung aja ke pak Calvijn ya," ujarnya.