BREAKINGNEWS.CO.ID - Kabareskrim Polri, Komjen Pol Arief Sulistyanto menyebutkan pihaknya akan mengusut kabar bohong soal adanya tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pihak yang ikut menyebarkan informasi ini, termasuk Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief, bakal dipanggil.

“Siapa pun yang berkaitan dengan masalah ini, untuk membuat terang tindak pidana ini, nantinya akan kita mintai keterangan,” kata Arief di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2019)

Arief memastikan akan menindak siapa saja yang ingin mengacaukan proses Pemilu 2019. Penyebar info palsu pun dapat dikenakan Pasal 27 Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagaimana yang telah diubah UU Nomor 19 Tahun 2016.

“Kita melihat kontennya, cara melakukannya. Kita lihat juga tindak pidana pemilu. Nanti kita terapkan ke pasal yang tepat,” ujarnya.

Arief mengakui dirinya sudah mengantongi rekaman suara penyebar isu bohong ini. Rekaman suara yang menyebut surat suara yang dicoblos itu berasal dari Tiongkok, sedang diidentifikasi.

“Tim Bareskrim Siber bergabung dengan Polda Metro Jaya sudah melakukan kegiatan investigasi. Pak Kapolri pun sudah memberikan instrusksi kepada saya untuk betul-betul melakukan penyelidikan terhadap masalah ini,” ungkapnya.