JAKARTA - Aparat Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri kembali menciduk pelaku dugaan penyebar kebencian atau berita hoaks dalam jaringan kelompok Muslim Cyber Army (MCA). Pria tersebut berinisial BG (35). Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen (Pol) Fadil Imran yang dihubungi wartawan membenarkan hal itu.

"Dia adalah pemilik akun Facebook Bobby Gustiono dan Bobby Siregar yang tergabung dalam The Family Team (TFT) Muslim Cyber Army (MCA)," kata Fadil dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/3/2018). Fadil menyebut BG diduga kerap menyebar berita hoax berbau SARA (suku, agama, ras, dan antar-golongan) pada beberapa grup Facebook yang ia ikuti. Setidaknya ada 50 grup lebih di Facebook yang ia ikuti.

"Selain itu BG juga bertugas sebagai pengelola dan admin dari tiga  grup FB MCA," kata Perwira Tinggi lulusan Akpol 1991 ini. Fadil menyebutkan BG ditangkap di rumah mertuanya. Saat ditangkap bahkan BG sempat berupaya menghilangkan barang bukti. Namun aksinya keburu diketahui petugas. 

Dari penangkapan BG polisi menyita dua unit telepon genggam dan dua simcard disita sebagai barang bukti. BG dijerat pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 16 Jo Pasal 4 huruf b angka 1 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa atau Badan Umum dengan ancaman hukuman enam tahun penjara. 

Polisi masih menelisik lebih jauh motif BG melakukan perbuatannya. Polisi juga tengah mendalami kemungkinan keterlibatan BG di jaringan lain terkait kasus penyebaran ujaran kebencian  dan adanya pelaku lain.  "Masyarakat diimbau lebih cerdas, bijak, dan bermartabat dalam menggunakan media sosial, agar keutuhan bangsa dapat terus terjaga," himbau Fadil.