BREAKINGNEWS.CO.ID -  Pihak Kepolisian kembali membongkar bisnis esek-esek sesama jenis. Setelah membongkar klub gay North Face Sunter, aparat Polres Pelabuhan Tanjung Priok mengungkap praktek bisnis pijat plus-plus gay yang dijajakan di media sosial.

"Tersangka menjajakan jasa pijat plus-plus panggilan untuk laki-laki dengan pemijat atau terapis laki-laki di mana terapis tersebut bisa diminta untuk berhubungan layaknya suami-istri," ungkap Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Faruk Rozi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/10/2018).  Faruk menyebutkan kasus ini berhasil dibongkar pada Senin 1 Oktober 2018 kemarin. Polisi menciduk pengelola prostitusi online gay bernama Zainal Mustofa alias Gunawan (30) di kawasan Pluit, Jakarta Utara.

Dalam pengungkapan kasus ini polisi berhasil menciduk Gunawan dengan menyamar sebagai pelanggan yang hendak menyewa jasa pijat plus-plus gay tersebut. Setelah disepakati, ditentukanlah lokasi pertemuan di Sunter, Jakarta Utara. "Pada saat itu, pengelola akun meminta DP dan menawarkan laki-laki terapis yang diinginkan oleh customer. Setelah disepakati, laki-laki terapis tersebut diluncurkan ke tempat yang telah disepakati," kata Faruk.

Dia menjelaskann, dalam kasus ini pihaknya menyita beberapa barang sebagai barang bukti. Diantaranya, uang tunai sebesar Rp1.050.000, sebuah celana dalam pria, sebuah pakain dalam atasan pria, satu botol minyak zaitun, satu botol pelumas, dua unit telepon genggam, juga satu buah alat kontrasepsi. Akibat perbuatannya, Gunawan dikenakan Pasal 2 Ayat 1 UU TPPO.

Bukti-bukti yang disita Polisi. 


Sebelumnya, jajaran aparat Polres Metro Jakarta Pusat berhasil menggerebek sebuah rumah yang diduga menjadi pesta seks sesama jenis, pada Minggu dini hari, 30 September 2018. Selain pesta seks sesama jenis, diduga rumah tersebut digunakan untuk pesta narkoba. Lokasinya berada di Sunter, Jakarta.

Arie menjelaskan, dalam penggerebekan ini diamankan 23 pria gay, empat sudah dinyatakan sebagai tersangka yaitu DS, EK, DL dan TM. "Didapat informasi ada orang-orang yang datang laki-laki yang disinyalir mereka memiliki perilaku seks menyimpang. Setelah kami lakukan penggerebekan, kami dapatkan mereka sedang berpesta narkoba jenis ekstasi," kata Arie.