JAKARTA - Kepolisian Resort Metro Jakarta Selatan membentuk satuan tugas (satgas) khusus pengawasan terhadap rumah kosong (rumsong) yang ditinggal mudik pada Lebaran oleh penghuninya dari aksi pencurian. Satgas ini terdiri atas personel kepolisian, TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja. 

Kepala Sub Bagian Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Imam Santoso, mengatakan, Satgas Rumsong dibentuk sejak Operasi Ketupat 2018, 6 Juni lalu. “Satgas dibentuk karena melihat kerawanan rumah kosong yang menjadi sasaran kejahatan saat penghuninya mudik," ucap Kompol Imam saat dihubungi, Selasa (12/6/2018).

Imam menyebutkan, satgas ini terdiri atas personel kepolisian, TNI, dan Satuan Polisi Pamong Praja. Polres Metro Jakarta Selatan mengerahkan seribu personel dalam operasi Ketupat 2018. 

Perumahan elite yang ditinggal mudik bakal menjadi perhatian utama Satgas Rumsong untuk diawasi. Apaalagi, perumahan elite merupakan sasaran kejahatan seperti perampokan lantaran banyak barang berharga di dalamnya. "Satgas ini tidak berjaga di satu lokasi saja, tapi juga mobile (bergerak) sambil melakukan patroli," ujar Imam.

Sejak arus mudik berlangsung belum ada laporan pencurian ataupun perampokan rumah kosong yang ditinggal mudik. Sebelum mudik, polisi telah mengimbau pemudik berkoordinasi dengan ketua lingkungan dan petugas keamanan setempat. Selain itu, rumah mesti dipastikan dalam keadaan terkunci seluruhnya. "Kami imbau juga agar rumah dipasangi CCTV (kamera pengawas)," ujar Imam.