JAKARTA - Kasus penipuan berkedok akun Instagram fiktif yang mengatasnamakan salah satu tempat hiburan di Jakarta Barat dibongkar aparat Kriminal Khusus Polres Jakarta Barat. Akun bernama CGS yang menampilkan berbagai foto wanita palsu dapat dipesan oleh pria hidung belang.

"Modus operandi yang digunakan adalah membuat akun instagram fiktif dengan foto wanita. Kalau ada yang minat sesuai dengan tarif nanti bayar uang muka," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edy Suranta Sitepu kepada wartawan di Polres Jakarta Barat, Kamis (8/2/2018).

Edy mengatakan per tarif nilainya variasi. "Harga yang terpampang pun variatif, mulai dari Rp 3,8 juta untuk ladies companion biasa dan Rp 4,7 juta untuk ladies companion premium," ujar Edy. 

Akun instagram fiktif dengan foto wanita.

Dari pengakuan tersangka yang menangkap pemilik rekening atas nama AK di Bekasi terungkap bahwa kejadian bermula pada Selasa, 16 Desember 2017. Saat itu korban membuka akun Instagram dan melakukan transaksi dengan pemilik nomor handphone yang tercantum di akun tersebut.

"Korban merasa dirugikan lantaran wanita yang dipesan tak kunjung datang. Korban akhirnya mendatangi tempat hiburan tersebut, karena tempat hiburan tidak merasa memiliki akun itu, akhirnya dilaporkan ke Polres Jakarta Barat," terang Edy.

Aparat kepolisian yang mendapatkan laporan tersebut melakukan penyelidikan dengan berpura-pura memesan wanita melalui akun tersebut. 

"Kemudian didapati rekening yang digunakan untuk melakukan transaksi, yang mana rekening tersebut digunakan untuk menampung uang hasil kejahatan. Pemilik rekening rupanya dikendalikan oleh dua orang yang berada di lapas," imbuh Edy.

Selanjutnya, pada 24 Januari 2018 sekitar pukul 10.00 WIB, kita menangkap pemilik rekening alias AK di Bekasi. Dari hasil pendalaman AK, rupanya didapati bahwa dirinya dikendalikan oleh dua orang yang tengah berada di lembaga permasyarakatan (Lapas) Kelas II Bekasi.

Jajaran Polres Metro Jakarta Barat.

"MBS dan NF menggunakan Hp dari lapas, sudah hampir selama enam bulan akun IG itu dibuat. Dia ambil fotonya acak dari internet. Tapi untuk operasinya sendiri mereka baru dua bulan," ucapnya.

Dari perbuatannya, pelaku meraup hingga Rp25 juta per minggunya. "Hasilnya dibagi tiga, kepada AK dan dua penghuni lapas," pungkasnya.

Tersangka terancam Pasal 51 ayat 1 Jo Pasal 35 dan atau Pasal 45 ayat 2 Jo Pasal 28 ayat 1 UU RI No.11 tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman pidana paling lama 12 tahun penjara.