BREAKINGNEWS.CO.ID - Aparat Polres Jakarta Barat telah menetapkan sejumlah tersangka pada kasus pengambilalihan lahan PT Nila Alam di kawasan Kalideres, Jakarta Barat oleh Hercules Rosario Marshal dan kelompoknya. Polisi juga resmi menjerat tersangka Handi Musyawan, pria yang mengaku-ngaku pemilik lahan sekaligus pemberi kuasa kepada Hercules Cs.

Dalam surat kuasanya pada Hercules, Handi menyebut kalau dia adalah pemilik tanah yang sah, bukan PT Nila Alam. Sebagai bukti, Handi melampirkan putusan pengadilan tahun 2003 yang menunjukkan hal itu.

"Dimana, Handi Musyawan ini dia memberikan putusan (pengadilan) tahun 2003 kepada Hercules. Terhadap HM atau Handi Musayawan kami tetapkan tersangka," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edi Suranta Sitepu di kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Barat, Jumat (23/11/2018).

Edi menjelaskan ditetapkannya Handi sebagai tersangka telah sesuai prosedur. Pada Kamis 22 November 2018 kemarin, Handi sudah diperiksa oleh pihaknya.

Hercules yang menganggap putusan itu sah, lantas memerintahkan anak buahnya mengambil alih tanah yang diklaim milik Handi. Tapi, ternyata Hercules tidak tahu kalau sebenarnya ada putusan tahun 2009 yang menyatakan kalau tanah itu adalah sah milik PT Nila.

Hercules telah keliru soal putusan yang ada lantaran ketidakjujuran Handi padanya. Tapi, pihak kepolisian enggan berspekulasi ketika ditanya apakah disini bisa disebut Hercules telah ditipu oleh Handi. "Yang mana dia (Handi) tidak menyampaikan bahwa ada putusan tahun 2009. Sehingga, Hercules beserta kelompoknya menganggap bahwa putusan tersebut sah sehingga mereka melakukan pendudukan, penyerangan ke PT Nila," katanya.

Terhadap kasus pun polisi telah melakukan gelar perkara. Dalam kasus ini selain menangkap Handi dan Hercules, polisi telah menangkap dan menahan 25 preman yang merupakan anak buah Hercules sebagai tersangka.