BREAKINGNEWS.CO.ID - Aparat Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat mengungkap industri pil ekstasi rumahan yang dikendalikan seorang residivis narkoba yang baru tiga bulan keluar dari penjara. Dari sebuah rumah yang dijadikan tempat produksi, polisi menyita sebanyak 3 ribu butir ekstasi beserta sejumlah alat dan bahan baku dari sebuah rumah di Perumahan Sentra Pondok Rajeg, Cibinong, Jawa Barat. 

Pengungkapan kasus ini merupakan pengembangan penangkapan kasus sepasang kekasih berinisial SAM (55) dan MJ (27), kurir narkoba yang  ditangkap aparat Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat di daerah Slipi, Jakarta Barat pada Jumat (21/9/2018), malam. 

Dari keduanya, disita 40 gram sabu dan 135 butir pil ekstasi. Dari mulut mereka, polisi selanjutnya menangkap menangkap SI dan RS. Pengembangan tidak berhenti. Petugas lalu mengembangkan kasusnya dan memperoleh info bahwa barang haram itu diperoleh keduanya dari AP. 

Petugas lalu melakukan penyamaran dengan menghubungi AP sebagai pembeli. Dari penyamaran transaksi, polisi akhirnya menangkap AP di daerah Depok. Dari mulut AP diketahui kalau ribuan ekstasi dan bahan baku itu diproduksi tersangka sendiri. AP sudah memproduksi industri rumahan itu setahun terakhir dengan pasar para narapidana di lembaga pemasyarakatan di Jakarta dan sekitarnya. "Kami sita sebanyak 3.000 butir pil ekstasi dan beberapa kilo bahan dasar narkoba, pewarna dan alat pembuat ekstasi,” kata Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi saat menggelar konferensi pers di lokasi penggerebekan, Selasa (24/9/2018).

Ketiga tersangka berinisial SI (55), AP (40), dan RS (24) kini ditahan di Polres Jakarta Barat. “Mereka kami tangkap di tiga lokasi berbeda,” ungkap Hengki.

Berdasarkan pengakuan tersangka, selain memproduksi pil ekstasi, di rumah bercat cokelat tersebut AP juga berencana membangun laboratorium pembuatan sabu. “Kita temukan pabrik ekstasi dan menurut pengakuan tersangka bahwa pabrik ini akan dikembangkan menjadi landasan lab untuk pembuatan sabu,” katanya.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat pasal berlapis yaitu pengedar Ancamannya Pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2, subsider 111 ayat 1, yang memproduksi dikenakan 112 ayat 2, 113 ayat 2, 114 ayat 2, 132 ayat 2 UU narkoba no 35, juncto perbuatan atau pemufakatan jahat untuk lakukan pidana narkoba secara terorganisas. “Hukumannya maksimal 20 tahun penjara atau mati,” ucap Hengki.