BREAKINGNEWS.CO.ID- Aparat Serse Narkoba Polres Jakarta Barat membongkar sindikat jaringan pengedar sabu internasional yang dikendalikan seorang narapidana yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Jawa Barat. Puluhan kilogram sabu yang disita ini dikirim dari Malaysia dan akan diedarkan di Jakarta dan sekitarnya. Polisi juga menyita uang cash hasil penjualan sabu senilai Rp2,3 miliar.

Dari pengungkapan ini polisi menangkap dua pelaku pengedar masing-masing FJ dan TH. Dari FJ disita barang bukti  500 gram sabu dan TH dengan barang bukti sabu 767 gram.

Dalam pengembangan penyidik mengendus keterlibatan seorang penjaga gudang penyimpanan barang haram yang berlokasi di Jalan Walang Sari II, Tugu Utara, Jakarta Utara. Tersangkanya berinisial RZ.

"Di dalam gudang itu kami amankan dua tas yang berisi masing-masing 9 bungkusan narkotika jenis sabu dan 20 bungkus sabu. Total semuanya ada 29.603 gram. Kalau di totalin semuanya mencapai 30,1 kg," ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi di kantornya, Senin (6/8/2018).

Kemudian, dari RZ polisi kembali mengembangkan jalur distribusi lanjutan sindikat peredaran sabu ini. Polisi kembali mendapatkan pengendali sabu dan pengatur keuangan, yakni MDL. Ia ditangkap di sebuah aparteman di Tanjung Duren, Jakarta Barat.

"Jadi MDL ini mengendalikan sabu yang ada di gudang," beber Hengki.

Dari pemeriksaan diketahui otak di balik peredaran narkoba ini dikendalikan oleh seorang narapidana yang mendekam di Lapas Jawa Barat. Polisi menyatakan sabu dikirim dari Malaysia dan dari pengungkapan ini disita uang sebanyak Rp2,3 milliar hasil penjualan.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti lain yang jika ditotal nilainya mencapai puluhan miliar rupiah. "Ada uang tunai Rp2,3 M, 2 unit mobil untuk operasi pengiriman, 1 unit sepeda motor, 8 unit HP dan sejumlah buku rekening. Total asetnya 48 miliar," jelasnya.

Untuk pengusutan keempat pelaku dikenakan pasal 114, 112 tentang narkotika dan pasal 137 pencucian uang.