BREAKINGNEWS.CO.ID- Aparat Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap sabu seberat 30,1 Kg setelah pelaku jambret kelompok tenda orangye ditangkap beberapa waktu lalu. Dari pengembangan diketahui, para pelaku juga ada yang berprofesi sebagai pengecer narkotika jenis sabu. Hal diketahui setelah dilakukan tes urine pada mereka yang ditangkap.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, pihaknya menduga para pelaku jambret kelompok tenda oranye beraksi karena dibawah pengaruh sabu.

"Delapan orang jambret tenda oranye yang kemarin kita tangkap positif narkotika jenis sabu. Mereka juga pengecer narkoba," ujar Hengki pada wartawan Senin (6/8/2018).

Namun demikian, Hengki belum menggali lebih dalam apakah pelaku ini beraksi karena pengaruh narkoba atau karena terdesak kebutuhan ekonomi. "Kami menduga mereka beraksi karena dibawah pengaruh sabu. Jadi dari pagi sampai siang hari mereka beraksi dan sore hari mereka setor ke kepalanya," ungkap dia.

Polisi masih terus memburu kepala jambret kelompok tenda oranye guna mengetahui apakah ada menyuplai barang haram itu atau tidak. "Pelaku kejahatan dan kekerasan ini sebagaian besar dibawah pengaruh narkoba khusus nya sabu, cek urine positif. Grup tenda oranye dari 8 semuanya positif narkotika," Hengki menerangkan.

Kasus peredaran sabu yang dikendalikan seorang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Jawa Barat ini dikirim dari Malaysia dan akan diedarkan di Jakarta dan sekitarnya. Polisi juga menyita uang cash hasil penjualan sabu senilai Rp2,3 miliar.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti lain yang jika ditotal nilainya mencapai puluhan miliar rupiah. "Ada uang tunai Rp2,3 M, 2 unit mobil untuk operasi pengiriman, 1 unit sepeda motor, 8 unit HP dan sejumlah buku rekening. Total asetnya 48 miliar," jelasnya.

Untuk pengusutan keempat pelaku dikenakan pasal 114, 112 tentang narkotika dan pasal 137 pencucian uang.