BREAKINGNEWS.CO.ID - Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Mabes Polri ungkap kasus kebun ganja di dalam kamar apartemen Batavia, Lantai 15, Tower 1 Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (6/2/2019).

Dalam pemeriksaan polisi di ketahui budidaya ganja dalam kamar tersebut di lakukan oleh seorang WNA (Warga Negara Asing asal Amerika Serikat dengan inisial LAC.

Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Krisno Siregar mengatakan pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat akan adanya budi daya tanaman ganja di dalam sebuah kamar apartemen Batavia, Jakarta Pusat.

"Jadi pelaku ini menanam atau membudi daya tanaman narkotika yang sebagai mana melanggar pasal 111 UU RI No.35 tentang narkotika, di tkp ini kami mendapatkan satu orang tersangka LAC warga negara Amerika," ujar Krisno, Rabu (6/2/2019).

Diungkapkan Krisno dari penangkapan tersebut ditemukan sejumlah barang bukti berupa enam tanaman ganja ukuran kecil, hingga daun ganja seberat 30 gram, dan bunga ganja seberat 20 gram. Tak hanya itu beberapa perlatanan perkebun pun juga ditemukan.

Menurut keterangan pelaku, jika bibit mariyuana tersebut didapat dan dibawa Amerika Serikat, pelaku membawa sendiri bibit tersebut dengan perjalanan udara, kemudian pelaku menanamnya secara profesional didalam kamar apartemen sehingga kegiatan tersebut tidak diketahui.

"Modus seperti ini baru pertama kali terjadi di Indonesia, dimana kultifasi ganja ini dilakukan di ruang apartemen, tapi kalo untuk diluar negeri sudah banyak. Ini bibitnya langsung dibawa dari negara asalnya jadi sini tinggal tanam," ujarnya.

Dalam pemeriksaan pelaku mengaku mempelajari cara menanam dan budidaya ganja secara profesional dari tayangan Youtube, dimana tanaman mariyuana tersebut hanya diberikan penerangan lampu tanpa sinar matahari, dari hasil pemeriksaan pula tanaman ganja hasil budidaya pelaku adalah ganja dengan kualitas sangat bagus.

"Yang jadi perbedaan, jika jaringan Aceh yang dijual itu batang dan daunnya, tapi pelaku ini justru juga menjual bunga ganjanya yang dipisah dengan daun dan batang ganja, ini sesuatu yang jarang di lakukan para pengedar ganja dalam negeri” ujarnya.

Meskipun pelaku sudah lima tahun berada di Indonesia, menurut pengakuan pelaku kerap kali berpindah-pindah tempat, namun barang bukti hanya ditemukan di Apartemen tersebut, untuk itu pihaknya masih melakukan penelusuran lebih lanjut.

Bahkan dari hasil test urine yang dilakukan pelaku juga tidak teridentifikasi positif narkoba, namun pengakuan pelaku ganja tersebut untuk dikonsumsi sendiri.

"Tentu kami masih melakukan penyelidikan karena kan memang pengakuan pelaku ini baru dilakukan sejak lima bulan lalu, sejauh ini belum mendapatkan bukti pelaku menjual, tapi dari komunikasi ada keranah kesana, baru menawarkan saja, tapi masih kita tindak lanjuti," ujarnya.