BREAKINGNEWS.CO.ID - Seorang oknum perwira menengah berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) bernama M. Yusuf yang bertugas di Polda Kep. Babel jadi cibiran masyarakat karena diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang ibu yang diduga mengutil di sebuah swalayan. Kasus itu jadi viral di media sosial, mencoreng citra Polri. 

Kapolda Babel, Brigjen Pol Syaiful Zahri melalui Kabid Humas, AKBP Abdul Mun’im saat dihubungi BREAKINGNEWS.CO.ID membenarkan ada aksi pemukulan yang dilakukan oleh salah seorang oknum perwira Polda Babel terhadap para pengutil minimarket di Jalan Selindung Kota Pangkalpinang ini. Kejadiannya sekitar pukul 19.00 WIB.

“Saat itu ada pemilik toko bernama Y (menggunakan kaos bertuliskan Polisi) melihat kejadian pencurian di tokonya. Lalu Y bertanya tanya kepada pelaku pencurian sambil melakukan tindakan kekerasan dan viral di medsos,” ujar Mun'in kepada BRAKINGNEWS.CO.ID, Jumat (13/7/2018).

Saat ini, kata Mun'in, pegawai toko milik oknum M. Yusuf telah melaporkan kasus pencurian minimarket tersebut ke Polres Pangkalpinang guna proses penyidikan. Dan ibu-ibu yang diduga melakukan pencurian susu itu sedang dalam proses pemeriksaan oleh Satreskrim Polres Pangkalpinang.
“Dan berhubung di dalam toko tersebut terdapat seseorang sebagai pemilik toko (menggunakan kaos bertuliskan POLISI), maka Bidpropam Polda Babel yang langsung dipimpin Kabid Propam sedang melakukan lidik dan berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Pangkalpinang,” ujarnya.

Abdul Mun’im menuturkan, kronologis kejadian bermula ketika pemilik Apri Mart tengah berada di rumah mendapat telpon dari penjaga toko bahwa pukul 19.00 Wib itu, ada 7 orang berombongan masuk ke toko berpura-pura belanja setelah turun dari sbuah mobil Avanza.

“Enam masuk toko dan satu menunggu di mobil Avanza. Tiga ketangkap (dua ibu-ibu dan satu anak usai 14 tahun). Empat orang melarikan diri pakai mobil Avanza, lalu penjaga toko melaporkan kasus pencurian itu ke pemilik toko,” ujarnya.

Tak lama oknum pamen bernama M. Yusuf selaku pemilik minimarket datang dan menginterogasi dua perempuan yang tertangkap. Saat ditanya, perempuan itu malah mengaku tidak tahu semuanya. “KTP tidak ada, tempat tinggal tidak ada, ditanya empat temannya yang lari juga tidak tahu. Akhirnya Y terpancing emosi karena mereka rame-rame maling. Pada saat yang ketangkap ditanya, bilangnya tidak tau semua,” Mun'im menjelaskan kronologis kasus itu.

Disinggung lebih detail tindakan Polda Babel terhadap oknum AKBP M. Yusuf apakah telah diperiksa oleh Bidpropam Polda Babel, Mun’im menyebutkan saat ini masih dalam proses penyelidikan. “Masih dilakukan lidik dan koordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang yang sedang memproses kasus pencurian dilakukan oleh ibu-ibu tersebut. Adapun yang bersangkutan (AKBP Yusuf) kebetulan sedang ijin ke Bandung antar anaknya masuk sekolah,” tukasnya.

"Kita tunggu saja prosesnya," lanjutnya menutup percakapan.