BREAKINGNEWS.CO.ID -Remaja berinisial MAA (19) yang diringkus polisi karena disangka mau coba mengakses secara ilegal laman Komisi Pemilihan Umum, Kpu.go.id. hingga kini masih menjalani pemeriksaan intensif. Untuk itu, polisi belum bisa berkata banyak terkait hal ini.

"Saat ini masih ditangani oleh Dit Tipidsiber Bareskrim Polri," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (24/4/2019).

Untuk itu, polisi belum bisa memastikan apa maksud pelaku (MAA) coba mengakses. Dia meminta bersabar menunggu sampai pemeriksaan rampung baru akan dibeberkan apa alasan pelaku nekat mengakses laman KPU.

Berdasar data yang berhasil dihimpun, pelaku diketahui memiliki beberapa sertifikat keahlian di bidang IT. Bahkan salah saru sertifikat dari Kementerian Komunikasi dan Informasi.

Dalam penangkapan ini, polisi juga menyita satu unit komputer jinjing, dua buah flash disk, dua unit telepon genggam, satu buah modem, dan empat buah sim card.

Untuk diketahui, remaja asal Kota Payakumbuh, Sumatera Barat itu diciduk Senin 22 April 2019 lalu. Berdasarkan informasi yang diterima VIVA, pada Kamis siang, 18 April, MAA datang ke salah satu warnet di Kota Payakumbuh.

Dengan menggunakan PC 01, MAA mencoba melakukan penetrasi ke laman KPU.  Bahkan, aktivitas itu sempat direkam dengan menggunakan Bandy Cam.
MAA memenetrasi melalui tools accunetix untuk Web Crawler dan scan folder SQL Map untuk injeksi SQL dan payload. Selama melakukan aksi itu, MAA menemukan celah “open redirect” di situs KPU namun tidak mendapatkan celah pada SQL Injeksi.

MAA juga melakukan aktifitas di situs KPU pada 1 April, dan dia sempat mengirimkan email kepada Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Melalui email itu, MAA lantas memberikan penjelasan bahwa dia menemukan celah kelemahan pada situs KPU.