BREAKINGNEWS.CO.ID - Polisi menegaskan penangkapan dan penahanan Ustadz Buchari Muslim terkait kasus dugaan penipuan pengurusan visa haji sudah sesuai standar operasional prosedur yang berlaku.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan berdasarkan pemeriksaan oleh penyidik memang ditemukan adanya tindak pidana dalam laporan yang dibuat oleh M. Jamaludin terhadap Buchari yang merupakan salah satu tokoh PA 212 itu. Alhasil, laporan dinaikan ke penyidikan dan Buchari statusnya dinaikan jadi tersangka.

"Saksi kami panggil untuk dimintai keterangan, setelah dilakukan gelar perkara, (status) terlapor dinaikkan sebagai tersangka," ucap Argo di Polda Metro Jaya, Jumat (5/4/2019).

Pasca dinaikan statusnya dinaikan jadi tersangka, polisi pun melakukan pemeriksaan lagi terhadap Buchari dengan status barunya itu. Kemudian, dari hasil pemeriksaan itu penyidik berkesimpulan melakukan penahanan berdasarkan subjektivitas penyidik.

"Kami melakukan pemeriksaan kepada tersangka dengan didampingi pengacara dari staf Bapak Eggi Sudjana. Berdasarkan subjektivitas penyidik, telah dilakukan penahanan pada tersangka sampai sekarang," kata Argo.

Ustadz Buchari diciduk di rumahnya di Perum Taman Permata Cikunir, Bekasi, Jawa Barat. Dugaan penipuan ini bermula ketika pelapor dan terlapor bertemu di salah satu tempat pengajian.

Pelapor bercerita sedang mengurus visa haji untuk jamaah karena kuota hajinya telah habis. Kemudian terlapor menawarkan dapat membantu mengurus visa haji.

Merasa sudah kenal, pelapor percaya bahwa terlapor dapat mengurus visa haji dikarenakan terlapor seorang ulama dan sering ceramah di berbagai tempat. Akhirnya, pelapor menyerahkan paspor dan uang sejumlah 136.500 dolar AS atau sekitar 1,9 miliar rupiah beserta 27 buah paspor untuk diurus visa furodah-nya. Akan tetapi, tidak ada tanda serah terima saat hal tersebut dilakukan.