BREAKINGNEWS.CO.ID - Akibat tidak adanya harmonis dalam hubungan suami istri, sejumlah pasangan rela menjual pasangannya. Perilaku menyimpang itu biasa disebut swinger atau beberapa suami-istri yang kerap bergantian pasangan. Kasus sekelompok orang kembali terungkap dan resmi dijadikan tersangka saat melakukan pesta seks di sebuah hotel.

Seperti yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur. Tiga pelaku swinger atau tukar pasangan ditangkap di sebuah hotel di Surabaya, Jawa Timur. Subdit IV Renakta Ditreskrimum (Polda) Jawa Timur menangkap tiga pasangan swinger (tukar pasangan) pada Minggu, (7/10/2018).

Penangkapan dilakukan oleh petugas Subdit 4 Renakta Ditreskrimum Polda Jatim. Ketiga pelaku akan diperiksa kejiwaannya Wadirreskrimum Polda Jatim AKBP Juda Nusa Putra menjelaskan, penangkapan berlangsung sekitar pukul 20.30 WIB. Bahkan salah satunya dalam keadaaan hamil.

"Ada tiga pasangan suami istri yang kami amankan namun hanya pelaku bernama Eko yang jadi tersangka. Pertukaran pasangan ini sudah berlangsung tiga kali," kata Juda kepada wartawan saat rilis di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Selasa (9/10/2018).

Juda menjelaskan modus yang dilakukan tersangka yakni mengajak atau menawarkan pasangan suami istri lain untuk bertukar pasangan. Ajakan ini dilakukan melalui media sosial twitter. Ajakan itu juga bersyarat yakni istri harus berumur 22 tahun dan suami berumur 29 tahun. Mirisnya, Eko juga mengajak istrinya yang sedang hamil saat melakukan penyimpangan seksual itu. "Tersangka mengajak bertukar pasangan bersama di sebuah hotel bintang tiga. Ironisnya, istri tersangka yang sedang hamil ikut dilibatkan," tambahnya.

Sementara untuk tarif yang dikenakan, Juda mengatakan pelaku mematok tarif Rp 750 ribu. Pembayarannya pun bisa dilakukan melalui dua tahap yakni bisa melalui pembayaran di awal (dp) dan bisa dilunasi sisanya usai bertemu.

Untuk barang bukti, polisi mengamankan sembilan pakaian dalam, uang tunai Rp 750 ribu, enam lembar buku nikah asli, satu lembar tagihan hotel, dua buah alat kontrasepsi, dan empat telepon genggam.

Polisi menjerat Eko dengan pasal 296 KUHP dan atau pasal 506 KUHP, tentang tindak pidana memudahkan perbuatan cabul dan atau mengambil keuntungan dari pelacuran perempuan dengan ancaman hukuman pidana empat tahun penjara.