BREAKINGNEWS.CO.ID - Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat ungkap sebuah rumah produksi ekstaso paslu di kawasan Taman Sari Jakarta Barat, Senin (25/3/2019) dini hari, dalam pengungkapan, sepasang kekasih berhasil diamankan berikut barang bukti ekstasi palsunya.

Dua orang, pria dan wanita yang tertangkap yakni HB (36) dan SA (40), dalam penyelidikan hanya keduanyalah yang bekerja melakukan pembuatan terhadap ekstasi palsu tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki mengatakan, anggota menyita barang bukti berupa Ratusan butir ekstasi Palsu, serta satu set alat cetak pil ekstasi.

”Orang yang kami tangkap diduga sebagai pekerja," ujar Hengki di konfirmsi, Senin (25/3/2019).

Sementara, Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Erick Frendriz menjelaskan, berdasarkan hasil informasi dari masyarakat ada penyalah gunaan narkoba.

Kemudian anggotanya melakukan penyelidikan dengan taktik petugas yakni menyamar sebagai calon pembeli.

"Kita lakukan under cover buy. Setelah sepakat keduanya melakukan pertemuan di Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat. Kemudian anggota melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap tersangka dan ditemukan 1 paket besar berisi diduga pil extasi palsu yang berisi 3 paket 225 butir yang disimpan di selipan celana yang dikenakan tersangka," ujar Erick dikonfirmasi.

Lanjut Erick, dari keterangan tersangka, mengakui yang diduga ekstasi tersebut terdiri dari bahan paracetamol, bodrex, napsil , dan blau.

"Dalam pengerjaannya, mengulek atau mencampur bahan-bahan tersebut adalah tersangka HB, Sedangkan
yang mencetak pakai spidol adalah tersangka SA," ujarnya.

Dari penggerebekan tersebut, polisi mengamankan barang bukti antara lain 1 paket diduga exstasi Palsu besar berisi 3 paket 225 butir, 1 buah cangklong bekas pakai, 9 unit ponsel, 1 buah dompet, 1 buah ulekan penghancur, 1 buah wadah pembuat diduga extasi, dan 1 bungkus blau

Erick menambahkan berberapa sample barang bukti dilakukan uji teskip oleh pihaknya, dan hasilnya memang pil tersebut dalam kandungan nya tidak terdapat MDMA / unsur Narkotika, bisa dikatakan bahwa pil tersebut Jenis Pil Ekstasi Palsu yang dapat menyebabkan kerusakan dalam tubuh manusia.

Untuk proses hukumnya para pelaku dikenakan undang undang kesehatan Pasal 196 Sub Pasal 197 UURI No 36 Th.2009 ttg Kesehatan dengan ancaman Hukuman Paling lama 15 tahun penjara jelasnya

Dalam kesempatan yang sama dari BPOM RI Deputi penindakan, Dadang menjelaskan adanya temuan tersebut merupakan pelanggaran dalam kesedian farmasi yg dibuat secara ilegal adapun bahan pembuat ekstasi tersebut diantaranya paracetamol, bodrex, neo napasil , dan blau Jika dicampur tanpa aturan akan menimbulkan efek yg membahayakan

“seperti hal contoh nya bahan parasetamol jika dikonsumsi secara berlebihan atau tidak sesuai dengan aturan yang ada akan menimbulkan efek kerusakan pada ginjal, Hati dan gangguan gagal jantung” ujarnya.

Sedangkan zat pewarna pakaian jenis Blau yang digunakan oleh pelaku bisa menyebabkan kerusakan pada ginjal dan Hati

Dadang menambahkan adanya temuan ini merupakan yang pertama kalinya.

“kami ketahui jangan kan pil ekstasi yang palsu yang aslinya saja sudah sangat membahayakan bagi kesehatan si pekonsumsi” ujarnya.