BREAKINGNEWS.CO.ID - Jumlah korban meninggal dunia akibat kasus menenggak minuman keras (miras) oplosan di Cengkareng, Jakarta Barat bertambah lagi tiga orang. Dengan demikian, jumlah keseluruhan korban yang meninggal jadi sembilan orang korban tewas. SR (57) yang menjual minuman keras, kini diamakan di Polres Jakarta Barat.

Dari tersangka penjual berinisial SR, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang diamankan dari kediaman SR yang dijadikan lokasi peracikan dan penjualan minuman keras oplosan di kawasan Jalan Kincir Raya RT 06/08 Cengkareng. Polisi juga menyita barang bukti berupa 10 jeriken alkohol 70 persen ukuran 20 liter dan minuman alkohol yang telah dicampur, 24 plastik minuman oplosan seharga Rp15 ribu, dan 22 plastik berisi minuman oplosan seharga Rp25 ribu.

"Penjual minuman keras berinisial SR sudah kita amankan berikut baran bukti," ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, Edi Sitepu saat dihubungi BREAKINGNEWS.CO.ID, Selasa (26/6/2018). Delapan korban yang tewas kasus miras ini berinisial MR (27), TT (48), HS (48), RZ (35), AS (39), HR (33), RR (26) dan SNT (49) dan seorang lainnya yang belum deketahui identitasnya.

Edi menyebutkan para korban meninggal setelah mengkonsumsi miras yang dijual SR. Para korban meninggal dunia berbeda hari, sedangkan seorang korban lainnya meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit.
Edi mengungkapkan, tersangka Sari memproduksi minuman keras sendiri dengan membeli bahan kimia untuk alasan membuat parfum di sebuah toko kimia di sekitar Gunung Sahari, Jakarta Barat. Menurutnya, minuman keras ilegal yang diproduksi dan diperjualbelikan SR mengandung bahan dasar kimia methanol atau methil alkohol. "Bahan ini mengandung toxic atau racun," ujar Edi.

Diduga kuat para korban tewas usai menenggak minuman keras oplosan di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat dalam kurun waktu Sabtu (23/6/2018) hingga Senin (25/6/2018). Peristiwa itu diketahui aparat Polres Metro Jakarta Barat yang melaporkan kasus kematian keluarganya ke Polres Jakarta Barat.  Edi mengatakan pihaknya masih menggali keterangan dari sejumlah saksi lainnya untuk mengumpulkan bahan dan keterangan di lokasi kejadian. "Kita dalami supaya ketahuan," ujarnya.

Untuk memperkecil jumlah korban yang ada, aparat di wilayah hukum Polrea Jakarta Barat diturunkan untuk melakukan penelusuran terhadap jaringan pemasaran miras maut tersebut.  Edi juga meminta peran serta masyarakat untuk segera melaporkan ke pihak kepolisian bila melihat ada penjual yang mengedarkan miras oplosan di lingkungan wilayahnya masing-masing. "Petugas telah kita sebar, dan diharapkan masyarakat memberikan info jika menemukan ada yang menjual miras oplosan," ujarnya mengakhiri percakapan dengam BREAKINGNEWS.CO.ID.