BREAKINGNEWS.CO.ID - Apartemen Kalibata City di Jakarta Selatan sudah lama dikenal menjadi pangkalan 'kumpul kebo' penjaja cinta terselubung dengan tarif kencan terbilang lumayan. Ini terekam saat trio mucikari apartemen Kalibata City yang digelandang polisi, mengakui kegiatan haramnya tersebut sudah dijalankan sejak 2 tahun silam.

Dalam menjalankan bisnis lendirnya, masing-masing pekerja seks komersial (PSK) memiliki induk semang. Ketiga mucikari yang diciduk aparat Subdit Renakta Polda Metro Jaya ini setidaknya memiliki 15 PSK.  Bahkan, lima dari 15 PSK itu masih  berusia di bawah umur alias anak baru gede (ABG). "Korbannya anak di bawah umur lima orang," kata Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary di Polda Metro Jaya, Rabu (8/8/2018).

Ade mengatakan, usia lima anak yang dijadikan PSK itu berkisar 16 sampai 18 tahun. Dari pengungkapan yang dilakukan polisi tergambar betapa bahayanya kehidupan sosial di Apertemen Kalibata City. Betapa tidak, dari 18 tower apartemen, Ary menyebutkan, ada lima tower yang dijadikan sarang prositusi di sana.  Dari hasil penyidikan, ada 17 unit kamar yang disiapkan para mucikari ini untuk para pria hidung belang.

"Dari 18 tower di Kalibata City, kegiatan prostitusi anak dan dewasa terjadi du lima tower. Berarti sepertiga kawasan Apartemen Kalibata City, diduga digunakan praktik prostitusi," kata Ade.

Karena itu pula, Ade menjanjikan akan mengusut kasus itu hingga ke akar-akarnya. Pengungkapan kasus prostitusi anak-anak di bawah umur itu dilakukan setelah polisi menggerebek kamar di Apartemen Kalibata City, Tower Flamboyan, Lantai 21 AH pada Kamis (2/8/2018). Polisi pun menangkap tiga tersangka berinisial SBR alias Obay, TM alias Oncom dan RMV yang berperan sebagai mucikari dalam bisnis prostitusi anak-anak di bawah umur 

Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa tiga buah telepon genggam, bukti transfer uang dan sejumlah kondom bekas yang sudah terpakai. Para pelaku dijerat pasal 296 KUHP tentang Tindak Pidana Prostitusi dan Pasal 506 KUHP tentang Penyedia Perbuatan Cabul dengan hukuman satu tahun penjara.