BREAKINGNEWS.CO.ID – Tersangka pelaku kekerasan psikis dalam rumahtangga, Adams Selamat Adi Kuasa Kamis (29/11/2018) siang dipertemukan dengan orangtuanya, Ello Hardiyanto (63). Pertemuan berlangsung di Markas Polres Metro Jakarta Selatan. "Kasus jalan terus. Pelapor minta agar proses hukum diteruskan,” ujar advokat Dr. Ir. Albert Kuhon MS, SH yang mendampingi Ello Hardiyanto saat dikonfirmasi, Jumat (30/11/2018).

Ketika dimintai keterangan lebih rinci tentang isi pertemuan, Kuhon mengelak dan meminta awak media menanyakan ke penyidik. “Kita hormati proses penyidikan yang sedang berlangsung. Tanya saja kepada pihak penyidik. Mereka sangat profesional dalam menangani kasus ini," ucap Kuhon.

Sebagaimana diberitakan, Dokter Adams Selamat Adi Kuasa, mahasiswa pendidikan spesialis Kedokteran Kandungan dan Kebidanan di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, menjadi tersangka dalam    

kasus kekerasan dalam rumah tangga terhadap orangtua kandungnya

sendiri.

Kasusnya kini ditangani oleh pihak Polres Metro Jakarta Selatan. Sejumlah sumber mengungkapkan, kasus tersebut kini sedang dalam tahap pemberkasan dan dalam waktu dekat akan dilimpahkan ke Kejaksaan. Adams Selamat Adi Kuasa, merupakan dokter lulusan Universitas Pelita Harapan dan sejak tahun 2015 menjalani pendidikan   spesialisasi   bidang   ObGin   (kandungan)   di   Fakultas   Kedokteran   Universitas Sam Ratulangi di Manado. Biaya perkuliahan sampai akhir tahun 2016 ditanggung oleh orangtuanya. Ello Hardiyanto berhenti membiayai perkuliahan putranya sejak November 2016, setelah dokter Adams melakukan tindak kekerasan psikis kepada Ello dan Gina (istri Ello dan ibu kandung Adams).

Dalam kasus ini, istri Adams, dokter Clarissa Putri Suseno atau Sasa, juga diperiksa sebagai saksi. Clarissa adalah dokter lulusan Universitas Atmajaya. Diperoleh informasi, ada pihak-pihak tertentu yang  mencoba mempengaruhi proses penyidikan di Polres   Metro Jakarta Selatan. Beberapa sumber   menyebutkan, ada calo kasus dan oknum dari Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) yang mencoba intervensi penyidikan terhadap kasus itu. Bahkan, ada oknum petinggi di lingkungan Polda Metro Jaya yang mencampuri masalah tersebut.

Ketika ditanyai wartawan terkait hal itu, Kuhon menjawab, “Maaf, saya tidak tahu soal itu. Jadi tidak bisa berkomentar apa-apa.” 

Kasus ini mencuat dan jadi konsumsi publik setelah Ello Hardiyanto melalui Laporan Polisi Nomor LP/1160/III/2018/PMJ/Dit.Reskrimum tertanggal 3Maret 2018 mengadukan peristiwa kekerasan psikis dalam rumah tangga yang dilakukan berkali-kali oleh Adams Slamet Adikuasa Hardiyanto sejak Oktober 2016 kepadanya. Dalam laporan itu dijelaskan Adams Selamat Adi Kuasa adalah putra bungsu Ello Hardiyanto dan Gina. 

 

Calon Besan

Kasus KDRT psikis yang menimpa Ello berawal pada Oktober 2016 ketika terjadi perselisihan antara Ello dan Gina dengan calon besannya. Waktu itu, Inge Rubyati Wardhana (calon mertua Adams) membentak-bentak Ello di sebuah rumah makan di Jakarta Pusat. Tindakan Inge itu membuat Ello dan Gina tersinggung, lalu mereka menghentikan cicilan sewa  gedung pernikahan Adams.   Kabarnya, sampai Oktober  2016 pihak Ello sudah  membayar cicilan sewa gedung di Hotel Mulia senilai Rp750 juta. Sisanya kurang Rp150 juta atau satu kalicicilan lagi. 

Selain membayar cicilan sewa gedung, Ello dan Gina juga sudah mengeluarkan dana guna pembelian hadiah perkawinan sebagaimana diminta oleh calon istri Adams. Diantaranya arloji senilai Rp200 juta, sepatu dan berbagai benda lain yang bersama cicilan sewa gedung seluruhnya bernilai sekitar Rp1,2 miliar. Ello merasa dihina oleh Inge dalam  peristiwa awal Oktober  2016,  sehingga menolak membayar cicilan terakhir sewa gedung yang bernilai Rp150 juta. 

Rupanya, penghentian cicilan itu membuat Adams marah dan nyaris memukul Ello akhir Oktober 2016. KDRT psikis itu  terjadi sekitar dua bulan menjelang pernikahan Adams dengan Clarissa Puteri Suseno yang biasa dipanggil Sasa. Pernikahan Adams dan   Clarissa berlangsung   pertengahan pada Januari 2017.   

Clarisa adalah putri pasangan notaris Yansen Dicky Suseno dan notaris Inge Rubyati Wardhana. Tindak kekerasan yang dilakukan Adams itu sangat mengejutkan, kedua  orangtuanya dan  mengakibatkan Ello menderita depresi serta trauma kejiwaan yang berkepanjangan.

Kejadiannya

Lebih jauh Albert Kuhon jmenceritakan, tengah malam tanggal 24 Oktober 2016 Adams datang dari Manado, menjumpai Ello dan Gina di kediaman mereka di Jalan Guntur. Malam itu mereka bertiga mengobrol sampai menjelang subuh. Ello minta Adams menyampaikan kepada calon mertuanya, agar notaris Inge datang ke Jalan Guntur menjumpai Ello dan Gina guna membicarakan   kelanjutan rencana pernikahan.   

Adam menjawab bahwa  orangtua Clarissa  mengatakan mereka tidak perlu  ketemu lagi. Adams juga menegaskan, perselisihan Ello dengan Inge bukan urusan dia, yang penting Ello melunasi cicilan sewa gedung agar ia bisa melangsungkan pernikahannya. Esoknya sekitar pukul 12 siang, Adams menjumpai Ello dan Gina di toko mereka. Dokter itu minta arlojinya kepada Ello dan sekali lagi minta Ello melunasi kekurangan cicilan biaya sewa gedung. Ello tetap menolak, sehinggga Adams marah dan berusaha memukul Ello sambil mengatakan Ello bukan Papanya. 

Adam juga marah kepada Gina yang mencoba melerainya dan mengatakan bahwa ia cuma numpang lewat di rahim Gina. Setelah itu, Adams masuk ke bagian belakang rumah. Sorenya Adams datang lagi ke toko, berpamitan kepada ibunya dan Gina memberi  uang Rp1 juta sebagai sangu  karena mengira anaknya akan berangkat ke Manado. Malamnya Gina baru tahu bahwa Adams sebelum pamitan ternyata sudah memunggah tujuh koper barang-barangnya ke mobil Kijang putih yang menunggu di dekat pintu belakang rumah. "Sejak saat itu, Adams tidak pernah kembali ke rumah orangtuanya di Jalan Guntur," ujar Kuhon.

Ancaman Adam

Kuhon menceritakan, akhir Oktober 2016 Adams berkirim WA kepada Gina, mengancam akan membawa Ello dan Gina ke ranah hukum jika orangtuanya bertindak macam-macam. Awal November 2016, Ello pergi ke Bitung, Sulawesi Utara, menjumpai Adams dan memberi uang Rp5 juta kepada anaknya. Sejak itu, Adams tidak pernah menghubungi Ello dan Gina lagi. 

Belakangan Ello mengetahui bahwa tanggal 9 November 2016, kartu kredit BRI yang dia berikan kepada Adams, digunakan sekitar Rp900 ribu. Selama masa tagihan November 2016, kartu kredit itu dipakai oleh Adam senilai sekitar Rp13 juta dari batas kredit Rp25 juta. Ello kemudian menutup 2kartu   kredit   itu.  Namun   ternyata beberapa bulan   berikutnya Adams masih   melakukan transaksi melalui kartu kredit BRI milik Ello pribadi untuk membeli peralatan komputer, dll melalui online tanpa seizinnya hinggaa akhirnya Ello mengganti kartu kredit BRI-nya.

Melalui surat tertanggal 17 Nov 2016, advokat Martogi Naibaho dan Rekan yang mengatasnamakan Yansen Dicky Suseno (calon mertua Adams), memberitahu Ello bahwa cicilan sewa gedung yang dibayar Ello (sejumlah   Rp750   juta)   dianggap   hangus. Naibaho   menyatakan kliennya   akan menanggung sisa biaya pernikahan Adams dengan Clarissa 15 Januari 2017 dan meminta orangtua Adams tidak mencampuri urusan pernikahan Adams-Sasa tersebut. 

Sejak itu, Ello dan Gina   sama sekali tidak pernah   dilibatkan  dalam persiapan resepsi   tersebut. Undangan pernikahan Clarissa-Adams disebarkan tanpa mencantumkan nama Ello dan Gina selaku orangtua mempelai pria.