BREAKINGNEWS.CO.ID - Yudi Adranacus, adik anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Herman Hery, diperiksa penyidik Polda Metro Jaya sebagai saksi atas laporan yang dibuat sopirnya, Pardan terkait kasus dugaan penganiayaan pada keributan yang terjadi di Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Laporan yang dibuat di Polres Metro Jakarta Selatan dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

Dalam pemeriksaan Yudi mengatakan bahwa Ronny Yuniarto Kosasih adalah pihak yang memulai kejadian di Pondok Indah beberapa waktu lalu. Bahkan, adik Herman Hery ini menyatakan justru dirinya lah yang menjadi korban bogem mentah Ronny. "Yang mulai pukul (itu) Pak Ronny," kata Yudi Polda Metro Jaya, Rabu (11/7/2018).

Tapi, saat itu ia terpeleset dan jatuh lantaran menghindari bogem mentah itu. Seketika, lanjut Yudi, Pardan pun turun dari mobil dan berupaya menghentikan kejadian itu sampai akhirnya Ronny pun memberikan bogem mentah juga ke Pardan. "Begitu saya jatuh, Pardan turun dari mobil dan melihat saya teraniaya. Saya rasa wajar dia (Pardan) membela saya dan ingin memisahkan, bukan berantem," kata Yudi.

Di tempat yang sama, Pengacara Yudi Adranacus, Ardy Mbalembout, menambahkan Ronny telah memfitnah Herman soal dugaan penganiayaan itu, sebab tak ada bukti forensik.

Dia menjelaskan kalau mobil yang digunakan Yudi terdaftar atas nama perusahaan dan memang digunakan pada saat tertentu. Sehigga, tuduhan dugaan penganiayaan hanya berdasar pada plat nomor mobil tak berdasar.

Ardy melanjutkan, Yudi memang punya saudara yang memiliki wajah hampir mirip, maka tuduhan Ronny perlu dibuktikan. Meski begitu, ia mempercayakan sepenuhnya kasus ini pada polisi.

"Ronny sedang membuat fitnah terhadap nama orang lain. Kita bisa lihat bahwa yang disangkakan itu mobil, dari alat bukti yang mobil B 88 NTT ternyata memang mobil perusahaan, di mana Pak Yudi sendiri pimpinan di situ. Sekarang itu kata dia, namanya keluarga, marganya Adranacus itu, ada 9 bersaudara, mukanya mirip-mirip," ujarnya.

Ini menjadi pemeriksaan pertama setelah Ronny Yuniarto Kosasih melaporkan kejadian pemukulan yang dialaminya beberapa waktu lalu tersebut.