BREAKINGNEWS.CO.ID- Penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya kembali akan melimpahkan berkas perkara kasus berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet ke Kejaksaan Tinggi DKI, pekan ini. 

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, berkas perkara yang telah dilimpahkan saat itu masih dianggap kurang atau P-19.

"Rencananya minggu ini ya, tapi untuk tanggalnya nanti saya sampaikan kemudian," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (7/1/2019).

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jerry Siagian menyebutkan pihaknya akan melimpahkan berkas kasus tersebut pada Kamis (10/1) mendatang. "(Berkas perkara) kita limpahkan tanggal 10," ujarnya.

Dalam kasus ini polisi sudah memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan, diantaranya adalah Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Asiantoro.

Penyidik Polda Metro Jaya juga telah memeriksa Ketua Cyber Indonesia Muannas Al Aidid sebagai pelapor dalam kasus itu, sopir dan staf Ratna Sarumpaet sebagai saksi, Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Nanik S. Deyang, serta Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak

Terhadap kasus hukumnya, Ratna Sarumpaet ditahan polisi setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus hoax, Jumat 5 Oktober 2018. Aktivis perempuan itu sempat menggegerkan publik karena mengaku diamuk sejumlah orang.
Cerita bohongnya itu lantas dibongkar polisi. Lebam di wajah Ratna bukan akibat dipukul melainkan akibat operasi sedot lemak di RSK Bina Estetika.

Polisi menetapkan Ratna dengan Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 46 tentang Peraturan Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dari penerapan pasal berlapis itu, Ratna terancam hukuman 10 tahun penjara.