BREAKINGNEWS.CO.ID - Ketua Forum Masyarakat Nelayan Kampung Baru Dadap, Waisul Kurnia telah meminta maaf kepada pelapor dalam hal ini PT Kapuk Naga Indah (KNI). Meski telah meminra maaf, polisi mengatakan kasus dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian melalui media elektronik yang dilakukan, Waisul Kurnia tetap berjalan. 

"Permintaan maaf pelapor menerima permintaan maafnya belum?" ujar Direktur Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Adi Deriyan kepada wartawan, Jumat (15/3/2019).

Untuk itu, Adi melanjutkan, pihaknya terlebih dahulu perlu mengkonfirmasi pelapor soal permintaan maaf ini. Apabila pelapor menerima dan memutuskan mencabut laporan, barulah kasus akan dihentikan.

"Karena kalau pelapor menerima permintaan maaf dan memaafkan dan pelapor mempunyai inisiasi untuk menuntaskan kasusnya ya kalau iya bisa diselesaikan," kata Adi.

Seperti diketahui, kasus yang menjerat Waisul itu lantaran pernyataannya yang mempertanyakan kejelasan proyek pembangunan jembatan reklamasi di Dadap. Pernyataan Waisul ada dalam video wawancara awak media yang diunggah ke YouTube.

Waisul dilaporkan ke polisi oleh kuasa hukum PT KNI, Reinhard Halomoan, dengan nomor LP/4243/VIII/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus pada 10 Agustus 2018. Meski berstatus tersangka, Waisul tidak ditahan dan dikenakan wajib lapor.

Waisul dijerat pasal 27 ayat 3 Jo pasal 45 ayat 3 Jo pasal 28 ayat 2 Jo pasal 45 A ayat 2 Jo pasal 36 UU Nomor 19 Tahun 2016, perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), pasal 15 dan 24 UU Nomor 1 Tahun 1946, pasal 310 dan 311 KUHP.