BREAKINGNEWS.CO.ID - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Muhammad Iqbal menyampaikan, benda yang ditemukan di kediaman Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo di Perumahan Graha Indah, Blok A9/15 RT 004/014, Kelurahan Jatimekar, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat merupakan bom pipa palsu.
Hal itu disampaikan berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan pusat laboratorium forensik (Puslabfor) Polri. Benda mencurigakan di dalam tas yang digantung di pagar kediaman Agus Rahardjo disebutnya bukan bom.

"Polri menyimpulkan bahwa yang ditemukan di lokasi kediaman pimpinan KPK Pak Agus (Ketua KPK Agus Rahardjo) di Bekasi adalah bom palsu, fake bomb," ujar Iqbal kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (10/1/2019).

Iqbal menyebutkan dalam tas itu ada benda yang menyerupai rangkaian bom, yakni paralon yang disusun dengan baterai, serbuk putih, paku, kabel, detonator, dan sekring.

Siapa pelaku sampai saat ini masih dikejar. Iqbal mengatakan penyidik sedang bekerja untuk menelusuri pelaku. “Kita terus bekerja usut pelakunya, kita akan ungkap motifnya apa, tunggu saja,” ujar Iqbal.

Adapun untuk teror di kediaman Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, Iqbal mengatakan satu dari dua bom yang dilemparkan tak meledak. 

Iqbal juga mengimbau masyarakat agar percaya kepada Polri untuk menangani kasus teror terhadap pimpinan KPK. Polisi akan bekerja sesuai dengan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan.

“Yang paling penting masyarakat harus diberikan edukasi, ini adalah sebuah kriminalitas domainnya polisi,” ujarnya.

Seperti diberitakan, kediaman dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yaitu Agus Rahardjo dan Wakil Ketua Laode M Syarif mendapatkan teror bom pada, Rabu (9/1/2019). Peristiwanya terjadi pada waktu yang hampir bersamaan.

Di kediaman Agus Raharjo, teror dilakukan berupa benda mirip bom paralon yang disangkutkan ke pagar rumah pada pukul 05.30 WIB. Adapun di kediaman Laode di Jalan Kalibata Selatan, Jakarta Selatan, dua bom molotov dilempar oleh orang tak dikenal pada Rabu dini hari.