BREAKINGNEWS.CO.ID - Kepala Urusan Pembinaan Operasi Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Fanani mengatakan kalau senjata api rakitan yang digunakan pelaki begal untuk membunuh Saripah (40) diduga dirakit sendiri oleh pelaku. "Ini kan senpi rakitan mereka itu. Bukan senpi pabrikan," kata Fanani di Polda Metro Jaya, Jumat kepada wartawan (6/7/2018).

Fanani menduga para pelaku membuat senjata api rakitan tersebut secara ototidak. Karena dirakit sendiri maka dipastikan senjata tidak memiliki surat-surat. "Ya udah jadi senjatanya rakit itu, tapi enggak ada suratnya. Mereka sembunyi-sembunyi juga, mereka otodidak bikin," ucapnya.

Karena tak sanggup beli yang legal, sehingga para pelaku pun membuat senpi rakitan. Komponennya diduga dibeli dari kawasan Lampung. Sebab biasanya kebanyakan para pelaki kejahatan mendapatkannya dari sana. "Mereka biasanya beli dari Lampung.  kalau engga dari Lampung dari, Palembang. Mereka gak bisa beli yang legal, itu pun kalau bisa ketat dan tidak boleh dibawa kemana-mana," kata Fanani.

Sepert diberitakan, seorang ibu bernama Saripah, tewas bersimbah darah akibat ditusuk dan ditembak begal di Jalan Rasuna Said, Pinang Kota, Kota Tangerang. "Korban saat kita larikan ke rumah sakit meninggal dunia," ucap Kapolres Tangerang, Kota Kombes Pol Harry Kurniawan, saat dikonfirmasi Rabu 4 Juli 2018.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, menurut Harry, korban ditusuk dan ditembak begal karena berusaha melawan saat perampok berusaha merampas sepeda motor korban. Wanita berusia 40 tahun itu ditusuk lalu ditembak di hadapan anaknya yang masih kecil hingga menemui ajalnya.