BREAKINGNEWS.CO.ID -  Kepolisian Resor Kota Pekanbaru dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Riau pada Senin (9/7/2018) melanjutkan olah tempat kejadian perkara (TKP) pascaserangan teror penembakan yang terjadi di Lapas Klas IIA Pekanbaru.

Salah satu yang menjadi fokus penyidikan adalah asal lokasi penembakan. Dengan menggunakan alat sejenis "laser", penyidik memetakan dari mana lokasi penembak misterius tersebut memuntahkan lima peluru yang menyasar ke Gerai Layanan Publik Lapas Klas IIA Pekanbaru tersebut.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto mengatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan lokasi maupun jumlah pelaku penembakan tersebut.

Sejauh ini, dia menuturkan pihaknya telah mengantongi tiga rekaman CCTV yang terpasang di sekitar lokasi kejadian. Selain itu, dari olah TKP yang digelar kemarin, Polisi juga menemukan sejumlah proyektil dan selongsong, baik dalam kondisi utuh maupun hancur.

Bersamaan dengan itu ,Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kakanwil) Riau, Muhammad Diah melakukan pertemuan tertutup di dalam gedung Lapas Klas IIA Pekanbaru.

Seiring insiden penembakan, petugas memberlakukan pengurangan jadwal kunjungan keluarga para tahanan, dari yang semula 30 menit menjadi hanya 15 menit.

Diberitakan sebelumnya Klas IIA Gobah, Kota Pekanbaru diberondong lima tembakan oleh OTK pada Minggu dinihari kemarin (8/7). Insiden penembakan tersebut terjadi dua kali.

Pertama terjadi pada pukul 03.30 WIB dinihari, sementara penembakan ke dua terjadi pada pukul 04.00 WIB atau selang setengah jam kemudian. Tidak ada korban jiwa pasca insiden teror tersebut. "Tembakan pertama terjadi jam setengah empat pagi. Ada tembakan sekali. Setengah jam berikutnya ada empat tembakan beruntun," katanya.

 Sebelumnya, Kepala Polsek Bukit Raya Pekanbaru Kompol Pribadi  menduga bahwa insiden penembakan tersebut berhubungan dengan penangkapan pelaku penyelundupan sabu-sabu ke lapas tersebut pada hari Sabtu (7/7) malam. "Dugaan sementara belum bisa dipastikan. Namun tadi malam ada penemuan sabu-sabu di lapas, kemudian diserahkan ke Polsek (Bukit Raya) untuk penangannya," katanya.

Sabu-sabu tersebut berusaha diselundupkan oleh seorang laki-laki ke dalam lapas. Dua paket kecil sabu-sabu tersebut disembunyikan oleh koki lapas di dalam roti. Pribadi mengatakan bahwa pelaku berinisial F tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif oleh kepolisian.