BREAKINGNEWS.CO.ID - Tersangka perencanaan pembunuhan empat tokoh nasional, Habil Marati mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada penyidik Polda Metro Jaya. Pengajuan penangguhan itu masih dilakukan evaluasi.

"Kan (masih) dievaluasi penyidik ya," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jumat (12/7/2019).

Soal apakah akan dikabulkan atau tidaknya penangguhan itu, menjadi kewenangan sepenuhnya dari tim penyidik. Saat ini tim penyidik masih meneliti beberapa penjaminnya. 

 "Untuk dikabulkan atau tidaknya masih menunggu hasil evaluasi," ujar Argo. 

 Seperti diberitakan sebelumnya, pengacara kondang Yusril Ihza Mahendra mengaku diminta jadi kuasa hukum tersangka perencanaan pembunuhan empat tokoh nasional, Habil Marati. Yusril pun menemui Habil di Polda Metro Jaya karena yang bersangkutan ditahan di sana.

Terkait hal itu, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) yang menjadi kuasa hukum Habil Marati, bahkan sudah mempersiapkan berkas penangguhan penahanan. Salah satu alasan adalah lantaran kondisi kesehatan Habil.

Selama dalam tahanan, kondisi kesehatan kliennya memburuk. Keluarga Habil sendiri yang akan jadi penjaminnya.

AKBP Ade Ari menjelaskan Habil Marati memberikan uang Rp60 juta kepada tersangka HK alias I untuk operasional dan kegiatan unjuk rasa. Dia kemudian kembali memberi bantuan dana operasional yang nilainya mencapai 15.000 Dolar Singapura.

"Dari fakta-fakta penyidikan berdasarkan keterangan saksi dan dikuatkan dengan petunjuk, penyesuaian antara saksi dan barang bukti, mereka ini bermufakat melakukan kejahatan pembunuhan berencana terhadap empat tokoh nasional dan satu direktur Charta Politika, lembaga survei. Kemudian ditetapkan saudara KZ dan saudara HM sebagai tersangka," kata Ade.