BREAKINGNEWS.CO.ID - Polisi menjadwalkan memeriksa salah satu pelapor Sukmawati Soekarnoputri hari ini, Senin 25 November 2019. Dia adalah Ratih Puspa Nusanti.
 
"Pelapor Ibu Ratih Puspa Nusanti sebagai pelapor pertama kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Sukmawati Soekarnoputri," ujar Sekretaris Jenderal Koordinator Bela Islam (Korabi), Novel Bamukmin saat dikonfirmasi wartawan, Senin (25/11/2019).
 
Dia mengaku pihaknya akan mendampingi Ratih dalam pemeriksaan tersebut. Rencananya pemeriksaan dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB siang ini. Ratih dipastikan memenuhi panggilan tersebut. Dimana laporan sendiri diketahui bernomor LP/7393/XI/2019/PMJ/Dit.Reskrimum tanggal 15 November 2019.
 
"(Pemeriksaan) Bertempat di Polda Metro Jaya," katanya.
 
Perkara ini bermula ketika putri mantan Presiden Soekarno (Bung Karno), Diah Mutiara Sukmawati Sukarnoputri alias Sukmawati menjelaskan maksud pernyataannya terkait Bung Karno lebih berjasa di awal abad ke-20 untuk kemerdekaan Republik Indonesia.
 
Sukmawati mengaku saat itu bertanya pada awal abad ke-20, yang berjuang memerdekakan Indonesia itu Yang Mulia Nabi Muhammad SAW atau Insinyur Soekarno?
 
Pertanyaan tersebut dia lontarkan kepada mahasiswa dan generasi muda saat acara Focus Group Discussion (FGD) Divisi Humas Polri bertajuk ‘Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme’ di Jakarta Selatan pada Senin, 11 November 2019 lalu.
 
Tujuannya bertanya soal itu menurut Sukmawati adalah ingin mengetahui apakah generasi muda paham dengan sejarah Indonesia atau tidak.
 
“Ya bertanya, saya ingin tahu jawabannya seperti apa, fakta sejarahnya, pada ngerti enggak sejarah Indonesia? Terus dijawab mahasiswa itu Insinyur Soekarno,” ujar Sukma.
 
Sukmawati menegaskan tidak ada maksud untuk melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW atau membandingkannya dengan Proklamator negeri ini. Dia menjelaskan, pertanyaan itu konteksnya terkait kemerdekaan Republik Indonesia di awal abad ke-20. Sementara para Nabi sudah meninggal dunia pada awal abad 20.
 
“Ibu hanya bertanya, menurut fakta sejarah di abad 20 di mana pastinya kan nabi sudah tidak ada. Selama ini kan saya agak merasa generasi muda tahu sejarah kemerdekaan yang berdarah-darah enggak sih, itu yang saya ingin tahu juga. Saya mau bertanya saja, di awal abad 20,” kata dia.