BREAKINGNEWS.CO.ID-Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Adi Deriyan mengungkapkan, pihaknya berencana menggelar hasil penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi penggunaan anggaran untuk kemah dan apel pemuda Islam Indonesia bersama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). 

“Nanti saya akan gelar dulu dengan BPK, ekspos hasil pelaksanaan penyidikan yang sudah kita lakukan. Minggu depan rencana akan digelar perkaranya,” katanya pada wartawan di Jakarta, Jumat (30/11/2018).

Dalam kasus ini, penyidik sudah memeriksa saksi-saksi dan mengantongi bukti kuat mengenai dugaan penyimpangan dana berupa laporan pertanggungjawaban (LPJ) kegitan tersebut. “Kemarin sudah ada beberapa saksi dipanggil, makanya kita dapat dokumen LPJ, Bukti di LPJ,” katanya.

Lanjut Kombes Adi, penyidik berencana akan memanggil pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemenpora sebagai saksi. "PPK pasti kami panggil, itu kan berkaitan dengan dan dari mana. Itu kan pemanggilan-pemanggilan wajib. Coba nanti saya lihat jadwalnya dulu. Biasanya penyidik sudah tahu siapa yang harus dipanggil. Nanti, Jumat baru anev (analisa dan evaluasi) progresnya,” ungkapnya.

Diketahui penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya tengah mengusut kasus dugaan tindak pidana korupsi yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) beserta organisasi kepemudaan di Candi Prambanan, Yogyakarta pada 2017 lalu.

Penyidik sendiri telah menaikan status kasus tersebut ke tingkat penyidikan. Pasalnya telah memiliki alat bukti yang cukup. Penyidik sebelumnya telah memangil dan memeriksa sejumlah saksi untuk dimintai keterangannya terkait kasus ini. Mereka adalah Abdul Latif dari Kemenpora, Ahmad Fanani dari Pemuda Muhammadiyah , Safaruyudin dari GP Ansor dan Dahnil Anzar Simanjuntak yang tak lain merupakan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah.