BREAKINGNEWS.CO.ID- Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mendorong pihak Kepolisian RI untuk terus melakukan penyidikan dan penyelidikan serta mengungkap latar belakang penjualan obat tanpa izin. Hal tersebut dikatakan Bambang menyikapi kasus penangkapan tujuh penjual obat tak berizin sepanjang Januari 2019 oleh Subdirektorat I Industri dan Perdagangan Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.
 
Diketahui, sebanyak 26.006 butir obat Tramadol, Hexymer, Trihexyphenidyl, Alprazolqm, dan Double L disita. Obat tersebut dikonsumen oleh anak-anak usia sekolah menengah, SMP, dan SMA. "Mengungkap latar belakang penjualan obat tanpa izin tersebut, termasuk agen-agen yang menyuplai obat tersebut kepada tujuh penjual yang ditangkap," ujar Bambang kepada wartawan seperti dikutip, Minggu (10/2/2019). 
 
Selanjutnya Bambang mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) bersama Kepolisian RI untuk melakukan razia terhadap toko obat yang ada serta menarik dan memusnahkan seluruh obat illegal yang beredar di pasaran. 
 
Selain itu Bambang meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Dinas Pendidikan Daerah melalui Kepala Sekolah untuk meningkatkan displin sekolah serta memberikan penjelasan atau penyuluhan kepada siswa tentang bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang bagi tumbuh kembang anak.
 
"Mengimbau masyarakat (orangtua) untuk memperhatikan perilaku anak dan melakukan pengawasan terhadap pergaulan anak di lingkungan rumah maupun sekolah," tukasnya.