BREAKINGNEWS.CO.ID - Aparat Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya membongkar praktik perdagangan anak yang dikomersikan sebagai pekerja seks terselubung di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Sebanyak tiga pelaku ditangkap karena menyediakan jasa esek-esek dalam kasus ini pada Jumat (2/8/2018) lalu.

"Terkait kegiatan di Apartemen Kalibata, kami menyampaikan rasa prihatin terkait adanya prostitusi anak yang dilakukan di Apartemen Kalibata," ujar Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Ade Ary bersama Ketua Bidang Pemenuhan Hak Anak LPAI Reza Indragiri di Polda Metro Jaya, Rabu (8/8/2018)

Dari pengungkapan ini polisi menangkap mucikari dan juga mengamankan dua wanita di bawah umur. Ketiga pelaku yang diringkus adalah SBR, TM dan RMV. Dari tangan mereka, disita uang sebesar Rp1 juta yang diduga hasil transaksi dari PSK G dan KH. "Tersangka SBR membuka aplikasi Beetalk dan menawarkan dengan menulis OPEN BO/Booking Out. Ia menerima pesanan perempuan yang dapat memuaskan seksual para pria yang datang," 

Ade menyebut bila ada pria yang berminat memakai jasa seks komersial, SBR langsung menjelaskan mekanismenya dengan terlebih dahulu memberikan nomor Whattsapp untuk chating dengan si calon pelanggan.

SBR kemudian memberikan foto perempuan yang ditawarkan berikut tarifnya. Rata-rata, untuk sekali main ongkosnya berkisar Rp500 ribu hingga Rp 1juta. Bila ada tamu yang berminat, antara mucikari dengan client lantas bertemu di salah satu tower di kompleks apartemen itu. "Begitu tamu sampai di taman tersebut selanjutnya SBR jemput dan SBR bawa ke Tower Flamboyan Lt. 21 Kamar AH Apartemen Kalibata City untuk dipertemukan dengan  perempuannya," ujar Ade.

Dalam transaksi itu, setelah tamu bertemu serta cocok dengan perempuan dan harganya, selanjutnya mereka melakukan persetubuhan. SBR sendiri mendapatkan imbalan dari perempuan tersebut sekitar Rp50 ribu.

Para tersangka dijerat pasal 296 KUHP juncto pasal 506 KUHP dengan ancaman kurungan diatas dua tahun.

Praktik perdagangan anak di bawah umur ini terungkap berkat peran masyarakat dalam menginformasikan kondisi di sekitar Apartemen Kalibata. "Dari hasil pemeriksaan, mereka (pekerja seks komersil) rata-rata diberikan kepada pria yang menginginkan dengan tarif yang sudah ditentukan," ujarnya.