BREAKINGNEWS.CO.ID -  Meski sudah ada larangan Pembatasan Sosial Berskala Besar dan bulan Ramadhan, namun sejumlah kafe tetap nekad beroperasi dan menjalankan praktek prostitusi secara terselubung. Hal itu diketahui setelahPolres Metro Jakarta Utara berhasil mengungkap tujuh lokasi prostitusi terselubung dengan berkedok kafe yang menyediakan wanita pekerja sosial di kawasan Papanggo, Jakarta Utara, Minggu dini hari (17/5/2020).

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombespol Budi Herdy Susianto mengatakan di awal ngungkapan, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya lokasi prostitusi terselubung tersebut.

Laporan warga itu diterima Polres Metro Jakarta Utara melalui hot line tim tiger di nomor 08118569686.

"Disitu kami dapat laporan bahwa ada sejumlah kafe di Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara masih buka di tengah PSBB," ujat Budhi dikonfirmasi, Minggu (17/5/2020).

Berangkat dari hal tersebut, pihaknya langsung menggerakan sejumlah anggota untuk merazia tujuh kafe tersebut.

Dari hasil razia itu ditemukan 106 warga yang ketahuan melanggar PSBB. Dimana lima orang di antaranya merupakan pemilik kafe tersebut.

Setelah diselidiki lebih lanjut ditemukan bahwa kafe itu juga secara terselubung menjajakan Pekerja Seks Komersial (PSK).

"Ketika kami lakukan penyelidikan. Ketahuan selain melanggar PSBB mereka juga melanggar tindak pidana tentang dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO)," ujar Budhi.

Akhirnya, berbeda dengan 101 warga lain yang diamankan. Kelima pemilik kafe itu selain ditetapkan sanksi sebagai pelanggar PSBB juga ditetapkan sebagai tersangka Tindak Pidana Perdagangan Orang, dengan ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

Budhi menjelaskan bahwa lima pemilik kafe itu ketahuan menyediakan tempat prostitusi senilai Rp300 ribu. Dimana Rp250 ribu diserahkan kepada PSK dan Rp50 ribu diambil untuk jatah operasional.

"Para wanita tunasusila itu mengaku dibebani sejumlah utang kepada pemilik kafe sehingga harus membayar dengan cara berkerja sebagai PSK di tempat tersebut," ujar Budhi.

Adapun sejumlah barang bukti berhasil diamankan oleh polisi seperti alat kontrasepsi dan pembukuan transaksi jasa PSK.

Saat ini pihaknya hanya menahan lima pemilik kafe yang ketahuan menyediakan jasa PSK. Sedangkan para pelanggan dan PSK dikenakan sanksi PSBB.

"Karena sampai saat ini kami belum menemukan adanya tindak pidana asusila di bawah umur," ujarnya.